70 Persen Realisasi, Rumah Pompa Kedungpeluk Ditargetkan Februari Berfungsi
Reporter
Nur Hidayah
Editor
Yunan Helmy
27 - Jan - 2026, 06:13
JATIMTIMES - Proyek pembangunan rumah pompa Kedungpeluk yang sempat mengalami keterlambatan dan memicu banjir berkepanjangan di sekitaran Desa Kedungbanteng kini mulai menunjukkan progres signifikan.
Diketahui, hingga akhir Januari, progres fisik pembangunan telah mencapai 70 persen dan ditargetkan dapat berfungsi pada pertengahan Februari mendatang.
Baca Juga : Jagokan Bakal Calon dari Gerindra, Sejumlah Cabor Segera Deklarasi Dukung Zia di Pemilihan Ketum KONI
Bupati Sidoarjo Subandi menjelaskan, pembangunan rumah pompa Kedungpeluk merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir di wilayah Tanggulangin dan Candi. Air yang selama ini menggenangi kawasan tersebut nantinya akan dialirkan menuju Sungai Mbah Gepuk.
“Alhamdulillah, tujuan kita membangun Dam Kedungpeluk ini untuk mengurai banjir yang ada di Tanggulangin dan Candi. Harapannya nanti air bisa dibuang ke Sungai Mbah Gepuk,” ungkap Subandi usai melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (27/1/2026).
Adapun sidak dilakukan Bupati Subandi untuk memastikan percepatan pengerjaan proyek. Rumah pompa Kedungpeluk disiapkan sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir dengan sistem pembuangan air terintegrasi ke Sungai Mbah Gepuk.
Saat ini, pekerjaan konstruksi bagian bawah telah rampung. Fokus pengerjaan beralih ke struktur bagian atas yang relatif lebih aman dari pengaruh cuaca, sehingga memungkinkan percepatan pekerjaan.
Untuk mengejar target operasional, pelaksana proyek diminta menerapkan sistem kerja tiga shift. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan rumah pompa.
Terkait hal tersebut, Subandi sempat meluapkan kemarahan akibat lambannya progres pekerjaan di tahap awal. Menurut dia, keterlambatan itu berdampak langsung terhadap genangan banjir yang tak kunjung surut di Kedungbanteng.
Baca Juga : Incar UB di SNBP 2026? Ini Daftar Prodi dengan Daya Tampung Terbanyak
“Kenapa kemarin kita sebagai pimpinan daerah sampai marah-marah? Karena kerjanya lambat,” ucapnya.
Selain itu, pembersihan endapan dan material sisa proyek ditargetkan rampung pada 14 Februari. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumber Daya Air (DPUBMSDA) juga diinstruksikan melakukan normalisasi sungai hingga ke muara guna memperlancar aliran air.
Dengan normalisasi tersebut, pemerintah daerah berharap genangan di Kedungbanteng serta banjir di wilayah Candi dan Tanggulangin dapat berkurang secara signifikan.
