Permintaan Mobil Toilet Melejit, DLH Kota Malang Ajukan Tambahan Armada ke Bank Jatim
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Dede Nana
26 - Jan - 2026, 07:39
JATIMTIMES - Tingginya permintaan sewa mobil toilet untuk berbagai kegiatan masyarakat membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang angkat bicara. Keterbatasan armada yang dimiliki saat ini dinilai tak lagi mampu mengimbangi kebutuhan sanitasi di ruang-ruang publik.
Menyikapi kondisi tersebut, DLH Kota Malang mengajukan penambahan unit mobil toilet melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Bank Jatim. Langkah ini ditempuh sebagai solusi jangka menengah untuk mendukung kelancaran kegiatan masyarakat di Kota Malang.
Baca Juga : DLH Kota Malang Sigap Lindungi Warga, Pohon Tua di Alun-Alun Dirapikan
"Kemarin kami mengajukan CSR toilet portable atau mobil toilet ke Bank Jatim. Itu nanti sangat dibutuhkan untuk kegiatan masyarakat secara keseluruhan. Kalau ada event-event, itu pasti dibutuhkan," ujar Pelaksana Harian Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.
Saat ini, DLH Kota Malang hanya mengandalkan dua unit mobil toilet yang merupakan pengadaan lama sejak 2017. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup, terutama ketika sejumlah kegiatan digelar secara bersamaan di berbagai titik kota.
"Karena di kami itu cuma ada dua bus toilet atau toilet portable. Selama ini selalu kekurangan, makanya kami mengajukan ke Bank Jatim," jelas Raymond.
DLH Kota Malang mengusulkan penambahan sebanyak dua hingga tiga unit mobil toilet. Namun, jumlah pasti yang akan direalisasikan masih menunggu persetujuan dari pihak Bank Jatim sebagai pemberi CSR. "Kami mengajukan 2 hingga 3 unit. Tetapi nanti diacc berapa, kami belum tahu," katanya.
Tingginya kebutuhan mobil toilet ini sejatinya sudah tercermin dalam capaian pendapatan daerah. Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2024 yang ditandatangani Wali Kota Malang pada Mei 2025, Retribusi Penyediaan dan atau Penyedotan Kakus tercatat melampaui target hingga 610 persen.
Lonjakan tersebut dipicu oleh tingginya permintaan sewa mobil toilet sepanjang 2024, dengan total pendapatan retribusi mencapai Rp36.600.000. Sementara itu, dalam Peraturan Wali Kota Malang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026, target retribusi dari sektor ini dipatok sebesar Rp50 juta.
Ke depan, kebutuhan mobil toilet diprediksi bakal semakin meningkat. Salah satu pemicunya adalah rencana dibukanya kembali Alun-alun Merdeka pasca revitalisasi. Ruang terbuka publik tersebut diperkirakan kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Baca Juga : Dorong Kendaraan Gegara Habis Bensin, Pengendara Motor Alami Luka Parah Usai Ditabrak Mobil
"Kalau alun-alun nanti sudah dibuka kembali, kemungkinan kegiatan masyarakat akan banyak dilakukan di sana. Itu dimungkinkan perlu toilet portable secara insidentil," ungkap Raymond.
Tak hanya soal mobil toilet, DLH Kota Malang juga telah mengajukan usulan perawatan Alun-alun Merdeka kepada Bank Jatim. Pengajuan ini masih menunggu proses serah terima pengelolaan dari Bank Jatim kepada Pemerintah Kota Malang setelah proyek revitalisasi dinyatakan selesai pada Rabu (21/1/2026).
Terkait besaran anggaran perawatan, DLH belum menetapkan nilai pasti. Meski demikian, jenis kegiatan perawatan yang dibutuhkan telah disampaikan secara garis besar kepada pihak CSR.
"Secara nilai kami belum tentukan, tetapi secara kegiatan apa yang ingin dilakukan, itu sudah kami sampaikan," pungkas Raymond.
Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian dalam rencana perawatan tersebut meliputi tempat duduk, tempat sampah, hingga videotron. Menurut Raymond, keberadaan videotron memiliki peran strategis sebagai media informasi bagi Pemerintah Kota Malang maupun Bank Jatim untuk menyampaikan berbagai kegiatan kepada masyarakat.
