Waspada Lonjakan Kasus Influenza A, Komisi E DPRD Jatim Dorong Dinkes Siap Turun Langsung

16 - Sep - 2026, 07:36

Anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo.

JATIMTIMES — Peningkatan kasus influenza Tipe A di Jawa Timur (Jatim) akibat perubahan cuaca pancaroba mendapat perhatian serius dari jajaran Komisi E DPRD Jatim. Meski lonjakan kasus dilaporkan masih dalam kondisi terkendali, para legislator mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pemerintah daerah untuk memperkuat respons di lapangan guna menekan penyebaran virus.

Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan mencatat adanya titik-titik kenaikan kasus influenza A di Jatim, termasuk Kota Surabaya. Kemenkes mengimbau masyarakat tidak panik karena influenza A bukan jenis virus mematikan dan dapat ditangani dengan pengobatan standar.

Baca Juga : Komisi D DPRD Jatim Minta Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Dioptimalkan

Anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo menekankan bahwa perubahan cuaca dan dinamika suhu udara yang ekstrem saat pancaroba sangat memengaruhi ketahanan tubuh warga. Oleh karena itu, ia mendesak Dinas Kesehatan untuk segera mengambil langkah nyata di tengah masyarakat.

"Ini kan mau pergantian musim, biasanya juga ada suhu yang tidak sesuai dengan kondisi. Makanya tanggung jawab ini adalah di Dinas Kesehatan untuk turun langsung mengantisipasi apa yang terjadi di masyarakat," ungkap Rasiyo saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Rabu (16/9/2026).

Lebih lanjut, Rasiyo juga menyoroti pentingnya perlindungan mandiri di tingkat keluarga serta kepatuhan menggunakan masker saat merasa kurang sehat.

"Perhatian dari keluarga dibutuhkan dalam rangka mengatasi itu semuanya. Paling tidak ada pencegahan, pakai masker diutamakan. Jadi kalau sudah ada gejala itu, ya diantisipasi dengan menggunakan masker. Kalau ada salah satu keluarga yang kena, masker yang diutamakan," tambah Rasiyo.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jatim lainnya Puguh Wiji Pamungkas mengaitkan peningkatan kasus ini dengan cepatnya pola penyebaran virus influenza. Ia meminta Pemprov Jatim mengoptimalkan seluruh garda terdepan layanan kesehatan hingga ke tingkat desa.

"Pola penyebaran virus influenza ini kan cukup cepat. Oleh karena itu, kami mendorong Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini Dinas Kesehatan, untuk melakukan langkah-langkah preventif agar penyebarannya tidak semakin masif dan tidak menjadi keresahan bagi seluruh masyarakat," kata Puguh.

Puguh menilai keberadaan sekitar 600 puskesmas yang tersebar di Jawa Timur merupakan aset vital yang harus diaktifkan secara maksimal untuk melakukan upaya pencegahan dan edukasi.

Baca Juga : Jalan Griyashanta Tak Kunjung Terbuka, Dewan Soroti Ancaman Konflik di Tengah Warga Melebar

"Kita punya sekian banyak puskesmas yang tersebar di seluruh Jawa Timur, hampir 600-an. Tentu itu adalah instrumen paling vital yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan langkah-langkah preventif di dalam pencegahan peredaran virus influenza tersebut," jelasnya.

Mengenai penanganan medis, Puguh menambahkan bahwa meningkatkan imunitas masyarakat adalah modal utama dalam menangani penularan virus influenza A.

"Karena dia ini adalah virus, salah satu cara paling mungkin untuk menekan peredarannya adalah meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat. Bagi yang sudah menderita influenza, harus melakukan proteksi diri dengan menggunakan masker supaya tidak menyebar ke yang lainnya," pungkas Puguh.