Harga Mawar Meroket 400%, Petani Mawar Magetan Raup Cuan Fantastis Jelang Megengan

15 - Feb - 2026, 01:02

Permintaan Bunga Mawar melonjak drastis, petani kewalahan melayani

JATIMTIMES – Berkah Ramadan lebih awal menyapa para petani bunga mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. Desa yang dikenal sebagai pemasok bunga mawar terbesar di Magetan ini tengah menikmati lonjakan harga yang fantastis menjelang tradisi Megengan, memicu peningkatan keuntungan petani  hampir 400 persen. 

Sebagai sentra budidaya bunga mawar, pemandangan kebun mawar menjadi hal lumrah di desa ini. Hampir setiap rumah warga memiliki perkebunan mawar, baik berskala kecil di pekarangan maupun perkebunan besar. 

Baca Juga : Ramadan Tanpa Macet, Pemkot Malang Siapkan Kantong Khusus Pasar Takjil

Lonjakan harga yang fantastis ini dirasakan langsung oleh Sumilah (61), salah satu petani mawar veteran di Desa Sidomulyo. Ia mengungkapkan bahwa momentum Megengan tahun ini membawa keuntungan yang jauh melampaui hari-hari biasa.

 "Alhamdulillah, musim Megengan ini harga mawar naik drastis. Sekarang bunga mawar yang dijual per keranjang bisa tembus harga Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu," ujar Sumilah saat ditemui di kebunnya.

Sumilah membandingkan dengan harga di hari normal yang jauh lebih rendah. "Sedangkan di hari biasa, per keranjang hanya sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu saja," imbuhnya.

Kenaikan harga yang fantastis ini tidak lepas dari minimnya pasokan dibandingkan dengan tingginya permintaan pasar. Kondisi ini bahkan membuat para petani mawar di Desa Sidomulyo mengalami kehabisan stok bunga.

Baca Juga : Reminder! Pendaftaran SNBP 2026 Ditutup 18 Februari, Segera Finalisasi Sebelum Terlambat

Stok bunga mawar sudah ludes dipesan oleh pengepul bunga dan pedagang bunga segar sejak awal bulan Februari. "Stok mawar sudah dibeli diawal bulan Februari kemarin semua, jadi pas permintaan puncak ini kami sudah kehabisan barang," pungkas Sumilah.

Keberhasilan petani bunga di Magetan ini menegaskan potensi besar Desa Sidomulyo sebagai tulang punggung agribisnis hortikultura di Jawa Timur. Momentum Megengan bukan sekadar tradisi budaya, melainkan juga penggerak ekonomi lokal yang memberikan dampak cuan maksimal bagi para petani mawar.