Harga Cabai Melonjak, UMKM Sambel di Malang Pilih Jaga Kualitas meski Untung Tipis

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

12 - Feb - 2026, 06:54

Produk UMKM sambel Cak Gundul. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Kenaikan harga cabai jelang Ramadan dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang. Salah satunya dialami pelaku UMKM Sambel Cak Gundul, Ari Iriyanto, warga Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang,yang harus menekan keuntungan demi mempertahankan kualitas produknya.

Ari mengatakan, lonjakan harga cabai hampir terjadi setiap tahun khususnya menjelang hari besar keagamaan. Saat ini, harga cabai bahkan telah menyentuh angka Rp 100 ribu per kilogram di pasar dan diprediksi masih berpotensi meningkat hingga aw Ramadan.

Baca Juga : Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Dibuka Besok! Ini Cara Pesan di Aplikasi PINTAR BI

“Kalau saya sih ya, setiap tahun memang kayak gini. Biasanya naik menjelang puasa, tahun baru, sama musim hujan. Tahun lalu bahkan sempat sampai Rp125 ribu saat puasa,” kata Ari saat dikonfrimasi, Kamis (11/2/2026).

Meski biaya produksi meningkat, Ari memilih tidak menaikkan harga maupun mengurangi takaran bahan sambal yang diproduksinya. Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil agar cita rasa dan kualitas produknya tetap terjaga.

“Untuk harga saya tetap. Tidak berubah ukuran sama harga. Meskipun untungnya lebih sedikit dari biasanya,” ucap Ari.

Menurut dia, sebagian pelaku usaha lain yang ditemuinya terkadang menyiasati mahalnya cabai dengan mencampur bahan lain seperti cabai kering. Namun, Ari memilih tetap menggunakan bahan baku seperti biasa agar pelanggan tetap mendapatkan kualitas sambal yang konsisten.

“Mungkin ada yang menyiasati pakai cabai kering dicampur, tapi kalau saya tetap seperti jualan biasanya,” tambah Ari.

Saat harga cabai melonjak, Ari mengakui margin keuntungan memang berkurang. Namun kondisi tersebut dinilai sebagai risiko usaha yang harus dihadapi, terutama pada periode tertentu setiap tahun.

Baca Juga : Sabet Dua Emas dan Pesilat Terbaik, Siswi MAN 1 Kota Malang Bersinar di Satria Airlangga Cup X

“Ya, untungnya memang berkurang, tapi ini biasanya hanya pada waktu-waktu tertentu. Ya seperti saat tahun baru, puasa, Lebaran sama musim hujan,” terang Ari.

Dalam sehari, produksi Sambel Cak Gundul rata-rata mencapai sekitar 25 botol. Ari menyebut, tantangan utama usaha yang dijalaninya saat ini hanya berasal dari fluktuasi harga cabai. Sementara bahan baku lain seperti cabai besar, bawang merah, dan bawang putih masih relatif stabil.

“Kalau produksi per hari kurang lebih 25 botol. Kita bertarungnya memang sama harga cabai saja. Untuk cabai besar masih normal sekitar Rp 28 ribu, bawang merah dan bawang putih juga masih stabil,” tutup Ari.