MALANGTIMES - Maksud hati memberi hiburan rakyat lewat acara pameran Pasoeroen Jaman Biyen (PJB) justru membawa petaka. Ini karena gapura selamat datang yang menyambut para pengunjung ambruk diterjang angin kencang.
Ambruknya gapura antik yang terbuat dari bambu ini menimpa pengunjung pameran PJB yang beberapa saat sebelumnya dibuka Plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo. Lima orang pengunjung yang terluka dievakuasi ke RSUD dr Soedarsono yang tak jauh dari lokasi pameran di GOR Untung Suropati.
Baca Juga : Petugas Operasi Cipkon di Warung Kawasan Militer, Bagaimana Situasinya?
Menurut keterangan saksi mata, ambruknya gapura ini membuat kepanikan pengunjung yang berada di sekitarnya. Suara pengunjung yang berteriak bersautan seiring ambruknya gapura bambu tersebut.
"Setelah beberapa waktu pameran dibuka, ada angin kencang sekali. Tak lama kemudian, ada suara krak..krak..krak, dan ternyata gapura itu secara perlahan ambruk ke arah pengunjung PJB yang baru saja datang. Orang-orang berteriak," kata Mamat, salah satu pengunjung PJB yang di lokasi kejadian.
Lima orang korban itu adalah Samsul Afandi (36) warga Krampanyang, Kota Pasuruan. Ia merupakan security PJB yang mengalami luka lecet pada lutut kanan dan pinggang. Raihan, siswa kelas 5 SD, warga Tambakyudan Makmur, Kota Pasuruan. Samsul mengalami luka lecet pada tangannya.
Kemudian Farah Annisa (11) dan M Fikri (11) siswa kelas 5 SD, luka lecet pada kanan dan kaki. Ada satu bocah yang belum diketahui identitasnya mengalami patah tulang dan dirawat di ruangan khusus.
Baca Juga : Beredar Video Perampokan di Tidar, Malang, Polisi Sebut Hoaks
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Hardi Utoyo menjelaskan, pihaknya siap menanggung semua biaya perawatan para korban yang tertimpa gapura PJB. Menurutnya, segala persiapan telah dilakukan secara baik, namun peristiwa tersebut terjadi di luar kendalinya.
"Kami sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Tapi, itu terjadi karena faktor alam. Kami juga tidak mengira angin sangat kencang sekali. Kami mewakili Pemkot Pasuruan memohon maaf, dan kami siap bertanggung jawab," kata Hardi Utoyo.
