MALANGTIMES - Ada potensi yang besar di Kabupaten Boven Digoel, Papua. Di sana, tanaman salak dan durian tumbuh dengan subur. Wilayahnya juga sangat luas. Sayangnya, kelebihan-kelebihan itu kurang dibarengi dengan kreativitas masyarakat untuk mengolah tanaman salak dan durian yang ada di sana. Selain itu, jumlah penduduknya juga tidak begitu banyak.
Selama ini buah-buahan tersebut hanya dijual dalam bentuk buah asli. Padahal, buah-buah itu bisa diolah menjadi bahan olahan yang lain yang memiliki kemenarikan dan nilai jual yang lebih tinggi. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel bekerja sama dengan PT. Global Media Solution menyelenggarakan pelatihan terhadap warga Kabupaten Boven Digoel yang merupakan petani salak dan durian. Pelatihan itu diadakan di Hotel Balava tadi (20/12).

Menurut penyelenggara dari PT. Global Media Solution Cici Juwarsih, pelatihan ini diselenggarakan selama 4 hari mulai hari Rabu sampai Sabtu besok. Dalam pelatihan tersebut, petani diajarkan untuk mengolah buah salak dan durian menjadi selai, dodol, keripik, dan lain sebagainya. Untuk diketahui, pelatihan tersebut diikuti oleh 14 peserta yang merupakan warga Boven Digoel. Turut hadir Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop S.STP dan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boven Digoel Martinus Wagi, SP.

"Yang ingin kita capai di sini adalah para petani mendapatkan pengetahuan tambahan tentang bagaimana mengelola potensi yang dimiliki menjadi variasi baru dari tanaman salak dan durian yang biasanya hanya dikonsumsi dalam bentuk buah apa adanya," ujar Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop S.STP saat ditemui di Hotel Balava.
Jadi nantinya hasil olahan dari buah-buah itu memiliki nilai tambah yang lebih. Pria yang akrab disapa Beni ini menyatakan bahwa gol utamanya adalah warga bisa memiliki pendapatan dari potensi sumber daya yang dimiliki.

Setelah pelatihan ini, peserta akan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapat di daerah asalnya. Pemerintah daerah juga nantinya akan mensupport mereka secara maksimal. "Kita lihat peralatan yang dibutuhkan mereka. Pemda akan support maksimal," tandasnya.
Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya
Hal yang sama juga dinyatakan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boven Digoel Martinus Wagi, SP. "Tugas kita nanti kita mau fasilitasi petani dengan sarana prasarana, bahan, dan alat yang dibutuhkan," ujarnya.
"Sehingga kami berpikir jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak ini dapat kita maksimalkan dengan berbagai kegiatan kreatif inovatif yang bisa membantu memberikan sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat," imbuh Beni.
