JATIMTIMES - Sebanyak tiga dusun dan satu desa di Kabupaten Malang mendapatkan penghargaan program kampung iklim (Proklim) dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK). Penghargaan proklim yang diraih tersebut sudah pada tingkat utama.
Untuk diketahui Proklim merupakan program dari KLHK yang digelar dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta penurunan emisi gas rumah kaca.
3 dusun yang mendapat penghargaan proklim tersebut adalah Dusun Binangun, Desa Genengan, Pakisaji, Dusun Pakisaji Lor, Desa/Kecamatan Pakisaji serta Dusun Glongsor, Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung. Sedangkan untuk desa diraih oleh Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen.
"Ada empat yang mendapatkan Proklim dan semuanya Utama. Tiga dusun dan satu desa di Kepanjen," ujar Kepala Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Anis Sulistyowati.
Menurut Anis, kendati belum mendapat Proklim dengan tingkat tertinggi yakni tingkat Lestari, capaian tersebut dinilai sudah cukup baik. Mengingat pada tahun lalu, hanya ada satu titik yang mendapatkan penghargaan Proklim. Itu pun hanya setingkat madya. Untuk itu, dirinya menilai, setidaknya capaian ini bisa menjadi motivasi bagi desa lain untuk berkembang.
Sementara itu, untuk dapat menuju proses agar diajukan mendapat penghargaan Proklim, DLH melakukan survei secara ketat. Di mana data diperoleh dari kecamatan berdasarkan kegiatan aktif berbasis lingkungan yang mendukung mitigasi perubahan iklim.
Salah satunya seperti yang dilakukan di Pakisaji. Di mana, ada sebuah bantaran sungai yang disulap menjadi tempat berkumpul dan tempat bermain bagi anak-anak. Atau bisa juga dimanfaatkan untuk hal lain.
"Di Pakisaji ada kelompok yang kegiatannya menarik terkait lingkungan melakukan normalisasi sungai, sungai kotor penuh sampah dibersihkan dari pembuangan warga. Lalu memanfaatkan bantaran sungai itu biar bisa untuk nongkrong dan tempat bermain anak-anak, kelompok kaliku," terang Anis.
Sementara untuk di Dusun Binangun, Desa Genengan, masyarakatnya aktif mengelola sampah dengan metode TPS 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Ia menyebut, faktor yang menjadi penilaian diambil dari berbagai aspek. Mulai kegiatan adaptasi, mitigasi perubahan iklim, dan kelembagaan. Ia mencontohkan dalam hal adaptasi juga ada antisipasi pengelolaan air dan pemanfaatannya untuk energi. Hal itu salah satunya dilakukan kelompok Kaliku di Pakisaji.
Tahun depan, DLH juga berencana mengajukan empat titik dusun atau desa yang akan diikutsertakan dalam Proklim. Beberapa di antaranya Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Desa Bringin, Wajak dan masing-masing satu desa lain di Kecamatan Turen dan Tirtoyudo.
Untuk itu, kedepannya pihaknya akan terus melakukan pendampingan pada kegiatan-kegiatan berbasis lingkungan. Termasuk memberi support, manakala desa tersebut membutuhkan beberapa hal seperti bibit atau yang lain.
"Jika butuh support seperti bibit atau fasilitas mereka akan mendapatkan prioritas dari DLH Kabupaten Malang. Sebelumnya nama mereka sudah tersorot melalui pemerintah pusat dan diajak kegiatan lingkungan di Kota Batu. Karena mereka sudah tersertifikasi Proklim," pungkas Anis.
