MALANGTIMES - Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto memastikan jika investasi pembangunan pabrik ragi yang dilakukan oleh PT Lesaffre Sari Nusa dari investor asal Perancis, sudah mulai dibangun di Kabupaten Malang.
”Investasi itu (pabrik ragi) yang jelas sudah berjalan, prosesnya juga sudah berjalan secara keseluruhan. Insyaa Allah itu adalah investasi yang membanggakan karena membawa nama besar Kabupaten Malang,” ucapnya saat ditemui awak media di Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang, Selasa (9/3/2021).
Targetnya, pabrik ragi yang berlokasi di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini bisa dirampungkan dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun ke depan.
”Saat ini sedang berproses. Targetnya pada tahun 2022 harus terselesaikan dan sudah harus mulai berproduksi,” imbuhnya.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyebutkan, total anggaran investasi yang digelontorkan untuk merealisasikan pabrik ragi ini, ditaksir mencapai triliunan rupiah.
”Tidak kurang dari hampir Rp 8 sampai 9 triliun yang diinvestasikan di Kabupaten Malang. Itu merupakan perusahaan eksportir yang nantinya akan dibawa ke Eropa. Artinya, raginya akan dipergunakan untuk kebutuhan kue di sana,” ulasnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya suntikan investasi dari Perancis untuk membangun pabrik ragi tersebut, bisa mendongkrak perekonomian. Baik dari sisi pajak maupun penekanan angka pengangguran di Kabupaten Malang.
”Dari sana akan ada banyak hal yang didapatkan bagi Pemkab Malang. Satu diantaranya soal ketenagakerjaan. Kemudian di sisi pajak, harapan kita juga bisa bertambah. Mengingat situasi masih pandemi Covid-19, jadi diharapkan tetap bisa mendorong pertumbuhan perekonomian yang ada di daerah,” imbuhnya.
Dikatakan bisa mengangkat perekonomian di Kabupaten Malang tersebut, dijelaskan Didik, karena bahan baku yang digunakan untuk membuat ragi salah satunya berasal dari tetes tebu. Dengan begitu, pendapatan para petani tebu di Kabupaten Malang dipastikan juga akan semakin meningkat.
”Karena materi pembuatannya ini dari tetes. Maka bisa saling membantu keberadaan petani tebu agar bisa semakin diuntungkan. Diharapkan dengan adanya perusahaan ini, akhirnya bisa membantu percepatan sirkulasi keuangan yang dimiliki oleh para petani tebu,” jelasnya.
Sementara itu, dari segi penekanan angka pengangguran, Didik memastikan jika tenaga kerja yang akan diserap dari keberadaan pabrik ragi ini, akan lebih diprioritaskan bagi masyarakat Kabupaten Malang.
”Tenaga kerja yang terserap cukup banyak. Kalau kemarin itu bisa di atas 3 ribu. Satu diantaranya akan diprioritaskan bagi warga Bululawang dan sekitarnya. Tentunya secara profesional mungkin tenaga kerja dari daerah lain juga akan diberikan kemungkinan untuk itu,” ujarnya.
Seperti yang sudah diberitakan, dalam program investasi unggulan ini juga sempat disampaikan secara langsung kepada Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, saat agenda penyampaian potensi dan investasi di wilayah Kabupaten Malang oleh Bupati Malang Sanusi, Senin (8/3/2021) kemarin.
Usai menghadiri agenda yang diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Malang yang berlokasi di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen ini, Gubernur Jatim bersama pejabat Pemkab Malang juga menyempatkan diri untuk meninjau progres pembangunan pabrik ragi di Kecamatan Bululawang tersebut.
Nantinya, dalam upaya menyerap tenaga kerja lokal yang dipekerjakan di pabrik ragi pertama yang dibangun oleh investor asal Perancis di Indonesia ini, juga akan melibatkan para akademisi dari perguruan tinggi untuk melakukan pelatihan khusus.
