MALANGTIMES - Dari 49 bencana yang terjadi di Kabupaten Malang sepanjang bulan Januari 2021, 3 kecamatan yakni Ngantang, Pujon dan Kasembon mengalami bencana paling parah dan banyak menimbulkan kerugian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menyebut, pihaknya telah menginventarisir bencana yang terjadi selama bulan Januari 2021. Di mana, wilayah barat Kabupaten Malang menjadi pusat perhatian karena mengalami kerugian paling besar akibat bencana yang terjadi.
Baca Juga : Wali Kota Dewanti: PPKM Efektif Jika Masyarakat Tingkatkan Kedisiplinan Prokes
“Bencana paling parah ada di Kecamatan Ngantang, Pujon dan Kasembon. Yang paling merugikan pun juga 3 kecamatan tersebut,” kata Sadono kepada media ini, Senin (1/2/2021).
Di tahun-tahun sebelumnya, Sadono melihat bahwa bencana paling parah terjadi di wilayah selatan Kabupaten Malang, seperti Kecamatan Ampelgading dan Kecamatan Tirtoyudo.
“Saya kurang tahu ya kenapa. Tapi kok sepertinya gantian begitu, kalau tahun sebelumnya di sisi selatan yang paling parah. Tahun ini justru di sisi barat (Kabupaten Malang, red),” ungkapnya.
Sadono mencontohkan, bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Ngantang dalam bulan ini memang tidak berdampak pada rumah warga. Akan tetapi, saluran pipa menjadi sasaran sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih.
“Yang (kejadian, red) di Ngantang itu berdampak ke hal lain seperti kerusakan sarana pipa, jadinya kekurangan air bersih. Sehingga kami harus melakukan dropping air bersih ke warga,” ujarnya.
Baca Juga : Curah Hujan Tinggi dan Angin Kencang, 2 Pohon Tumbang di Kota Malang
Seperti data yang diterima media ini dari BPBD Kabupaten Malang, kerugian paling besar terjadi pada bencana banjir di Dusun Druju, Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon. Bencana yang terjadi pada Rabu (5/1/2021) sekitar pukul 17.00 WIB itu membuat akses jalan penghubung Desa Druju ke Desa Pondok Agung rusak total. Dari bencana tersebut kerugian ditafsir kurang lebih mencapai Rp 1 miliar lebih.
