Karena Medsos, Riki Jadi Mualaf Dituntun Rektor UIN Prof Abdul Haris

Feb 01, 2021 17:20
Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris bersama dengan Mualaf Riki Herman Nugroho serta pengurus Mualaf Center Malang usai kegiatan pengikraran pembacaan syahadat di Gedung Rektorat UIN Maliki Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris bersama dengan Mualaf Riki Herman Nugroho serta pengurus Mualaf Center Malang usai kegiatan pengikraran pembacaan syahadat di Gedung Rektorat UIN Maliki Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

INDONESIATIMES - Riki Herman Nugroho, warga Jalan Kenanga Indah RT 4 RW 6, Kota Malang, menjadi seorang mualaf setelah berikrar dua kalimat syahadat di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang, hari ini (1/2/2021). Pria berumur 40 itu masuk Islam dituntun Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang, Prof Abdul Haris. Keputusan Riki masuk Islam berawal dari melihat media sosial sang teman.

Dengan raut wajah yang bahagia dan pembawaan yang kalem, Riki kemudian menceritakan lebih detail hingga ia bisa masuk ke dalam agama Islam.  Ia tak menampik, jika niatan masuk ke dalam agama yang penuh kedamaian, yakni Islam, bermula dari seorang temannya yang mem-Posting kegiatannya di media sosial.

Baca Juga : Hendak Edarkan Pil Koplo, Pria Bertato Ditangkap Pihak Berwajib

 

"Prosesnya cukup panjang. Memang dari teman prosesnya, kegiatan (keagamaan) dia saya lihat di Medsos, dan itu menarik saya," jelasnya.

Dari situlah kemudian, hati Riki tergugah dan merasa nyaman dengan hal-hal yang ia amati dari Islam. Sampai suatu ketika, ketertarikan semakin kuat untuk mempelajari Islam hingga muncul niatan dalam hati untuk memeluk agama Islam. "Sudah sejak dua tahun lalu tertarik, namun baru benar-benar yakin baru setahun belakangan ini, ditambah juga bimbingan dari teman," ungkapnya.

Lebih lanjut Riki menjelaskan, jika faktor lainnya yang turut mendorong dirinya menjadi mualaf, juga berasal dari faktor orang tua kandungnya yang memeluk agama Islam. Namun saat ini, kedua orang tua kandung dari Riki telah meninggal, sehingga iapun kemudian ingin mendoakan orang tuanya sebagai seorang muslim.

Sebelum menjadi seorang mualaf, dirinya memeluk agama Katholik.  Hal itu karena, sedari kecil, ia telah diasuh oleh orang tua angkat yang memang memeluk agama Katholik. Dan karena mempunyai niatan itu, iapun sempat menyampaikan kepada orang tua asuh dan kakaknya.

Hal itupun, kemudian disambut baik keluarga angkatnya maupun kakak kandungnya yang juga beragama Katholik karena sama-sama diasuh oleh orang tua angkat. Dukungan tersebut kemudian semakin menguatkan niat Riki memeluk agama Islam.

"Lalu tadi malam kemudian saya konsultasikan bagaimana prosesnya masuk Islam seperti apa dan akhirnya pagi ini, prosesnya begitu cepat. Kakak dan keluarga mendukung," jelasnya.

Setelah ini, pihaknya mengakui akan lebih mendalam mempelajari tentang Islam dan terus akan meminta bimbingan agar menjadi seorang muslim yang baik.

Baca Juga : Di Depan Deddy Corbuzier, Abu Janda Diceramahi Gus Miftah soal Cuitan "Islam Arogan"

 

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang, Prof Abdul Haris, mengharapkan, agar Riki terus belajar tentang agama Islam dan belajar bagaimana menjadi seorang muslim yang baik.

Falsafah Islam yang harus diketahui, bahwa Islam itu damai. Sehingga, sebagai seorang muslim, juga harus mendidik diri untuk berdamai dengan siapapun, bahkan mereka yang beda agama. Tak hanya itu, sebagai seorang muslim, harus menunjukkan akhlak yang baik dengan sesama maupun selain muslim.

"Karenanya Riki harus mengikuti kegiatan-kegiatan bermanfaat di Mualaf Center Malang. Dan saya harapkan pengurus Mualaf Center Malang juga aktif membimbing yang bersangkutan, jangan menunggu, harus memantau membimbing dan meyakinkan beliau dalam beragama ini fun, namun dengan ajaran yang sesuai," pungkasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita MalangUIN MalangRektor UINrektor uin profesor harisrektor uin prof abdul haris

Berita Lainnya

Berita

Terbaru