MALANGTIMES - Cuaca yang tidak menentu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memberikan imbauan kepada masyarakat agar sementara menghindari ombak laut.
imbauan BPBD itu berdasarkan peringatan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Klimatologi Kelas 1 Malang bahwa hujan disertai angin sering terjadi pada awal tahun 2021 ini. “Sesuai dengan peringatan dini yang diterbitkan BMKG, kami mengimbau kepada nelayan agar sementara tidak melakukan kegiatan (berlayar, red) karena tinggi ombak yang dikhawatirkan membahayakan para nelayan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BMKG) Kabupaten Malang Sadono Irawan, Minggu (31/1/2021).
Baca Juga : Wali Kota Sutiaji Disambati Pedagang Terkait Banjir di Pasar Bunul
Selain itu, Sadono mengimbau masyarakat yang ingin berlibur ke pantai agar tetap menjaga diri. Sebab, saat ini ombak laut terkesan landai namun membahayakan.
“Kepada pengunjung atau wisatawan yang ingin ke pantai agar menjauh bibir pantai. Walaupun ombak kadang terlihat landai, tapi bisa datang tiba-tiba satu sapuan ombak besar. Di sinilah biasanya terjadi musibah pengunjung terseret ombak,” ungkap Sadono.
Sementara itu, Anung Supriyanto, kepala seksi (kasi) observasi dan informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Malang menyebut pada Januari hingga Februari 2021 ini, Jawa Timur (Jatim) masih berada pada puncak musim hujan.
Hal itu karena pola konvergensi di wilayah Jatim memicu pertumbuhan awan-awan hujan. Selain itu, ada pusat tekanan rendah di Samudera Hindia atau di utara Australia.
“Itu yang memicu kuatnya monsun Asia (angin yang bergerak dari arah barat membawa massa udara yang lebih banyak) yang bersifat basah memasuki selatan Katulistiwa,” kata Anung.
Baca Juga : Sebulan Sebelum Wafat, Mantan Bupati Malang ke-15 Menderita Sakit di Perutnya
Oleh karena itu, dampak pola konvergensi itu, dalam beberapa hari ke depan, potensi hujan intensitas lebat masih dijumpai di wilayah yang berpotensi menjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. “Waspada juga untuk masyarakat di wilayah pesisir selatan karena tinggi gelombang Samudera Hindia bisa mencapai lebih dari 2 meter,” ungkapnya.
