Berkebutuhan Khusus, Mahasiswa Ini Sabet 3 Juara Bulu Tangkis Internasional

Jan 28, 2021 15:25
Ilyas Rachman Ryandhani (tiga dari kiri) saat berada di podium juara dalam ajang badminton tingkat internasional di Taiwan pada 2019 . Ist)
Ilyas Rachman Ryandhani (tiga dari kiri) saat berada di podium juara dalam ajang badminton tingkat internasional di Taiwan pada 2019 . Ist)

Prestasi internasional ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Program Studi (Prodi) Pendidikan Kepelatihan Olahraga  Ilyas Rachman Ryandhani. Padahal, pria kelahiran Karawang 14 Mei 2001 ini memiliki kebutuhan khusus (tunarungu).

Pria yang kini berusia 19 tahun itu tak hanya berprestasi saat masa sekarang. Sejak bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah kejuruan (SMK), dia telah banyak menelurkan prestasi. Tercatat kurang lebih sebanyak 80 penghargaan telah ia raih.

Baca Juga : Kabar Gembira bagi Mahasiswa, UIN Malang Keluarkan Kebijakan Penyesuaian UKT

Dan yang terbaru, pada 2019 lalu, berkat kegigihannya berlatih, raihan juara internasional berhasil diraih dalam ajang World Deaf Youth Badminton Championship Taiwan 2019. Saat itu Ilyas memborong tiga gelar juara dunia sekaligus dalam nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran.

Merebut tiga gelar itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Perjuangan keras dan latihan yang sungguh-sungguh telah dia lalui. Meskipun dirinya mengalami keterbatasan tunarungu, hal tersebut bukanlah penghalang baginya. Justru hal itu menjadi pecut untuk membakar semangat memberikan yang terbaik.

Diceritakannya, di balik kesuksesannya meraih gelar juara internasional, ada peran serta dan dukungan dari orang tuanya, yakni Andriyani Trilestari. Ia menceritakan, semenjak usia 20 bulan, Dani -sapaan akrabnya- diketahui memiliki kebutuhan khusus.

Meskipun begitu, hal itu, tidak membuat sang ibu berkecil hati. Ia menganggap semua anak memiliki talenta  tersendiri. 

Bakat terpendam putranya mulai muncul saat ia melihat kakaknya berlatih. Sejak saat itu, di usianya yang masih lima setengah tahun, Dani pun kemudian diikutsertakan untuk berlatih bulu tangkis.

“Untuk itu, jangan pernah menyembunyikan anak-anak kita, terutama anak berkebutuhan khusus, dari semua kegiatan yang bisa dikerjakan anak-anak umum. Soalnya, anak berkebutuhan khusus pun bisa” ungkap sang ibu.

Hingga kini, Dani telah 14 tahun menekuni olahraga  bulu tangkis. Meskipun begitu, ia mengaku masih banyak hal yang ingin dicapai di masa mendatang.

Baca Juga : Lantik Pengurus Baru Ormawa 2020-2021, Rektor Unikama Beri Arahan Penting ini

“Saya bersyukur bisa berada di posisi saat ini. Tapi karena ada beberapa pencapaian yang belum tercapai, saya akan tetap berusaha lagi mengingat usia saya yang masih muda. Saya masih harus mencari pengalaman yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai kegiatan dalam perkuliahan, Dani memaksimalkan teknologi yang ada. Meskipun sempat mengalami kendala saat melakukan daring melalui Zoom atau Google Meet karena membutuhkan penerjemah, ia tetap berupaya untuk fokus dan berkonsentrasi dalam pembelajaran.

“Jangan pernah lengah sedikit pun, karena waktu tidak akan terulang. Manfaaatkan masa muda dengan hal positif, agar pikiran kita juga positif untuk mendapatkan hasil yang maksimal," pungkasnya.

 

Topik
Universitas Negeri MalangIlyas Rachman RyandhaniJuara Bulu Tangkis Internasional

Berita Lainnya

Berita

Terbaru