Berusia Sekitar 2 Abad, Pringgitan Pendapa Kabupaten Malang Jadi yang Tertua di Indonesia

Jan 25, 2021 14:05
Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang yang diwacanakan bakal dijadikan kawasan cagar budaya (Yogi Iqbal / MalangTIMES)
Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang yang diwacanakan bakal dijadikan kawasan cagar budaya (Yogi Iqbal / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Siapa sangka, bangunan yang sampai saat ini masih eksis digunakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk melaksanakan beragam agenda pemerintahan, ternyata diperkirakan berusia lebih dari 2 abad.

Hal itu dibenarkan juga oleh Sejarawan Kota Malang Dwi Cahyono, saat melihat secara langsung kondisi bangunan Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang, bersama Crew JatimTIMES.com pada akhir pekan kemarin, Sabtu (23/1/2021).

Baca Juga : Ini 25 Buah Asli Indonesia yang Mulai Langka, Generasi Milenial Banyak Tidak Tahu

”Pendapa Kabupaten Malang boleh dibilang menjadi Pendapa di Indonesia yang memiliki usia yang sangat tua, boleh dikatakan sebagai Pendapa pada generasi awal. Kalau ditanya kapan Pendapa Kabupaten Malang mulai dibangun pertama kali, itu berkaitan dengan kapan adanya pejabat di wilayah Malang yang disebut dengan Bupati,” jelasnya.

Kalau dilihat secara sistem pemerintahan, dijelaskan Dwi, sebenarnya ada 3 fase sistem pemerintahan yang pernah diterapkan sebelum disebut Pemkab Malang.

”Kalau kita lihat secara pemerintahan, di Kabupaten Malang itu sebenarnya ada 3 fase sistem pemerintahan. Yaitu mulau dari Kadipaten, Katumenggungan dan berikutnya disebut Kabupaten Malang (Pemkab Malang, red),” terangnya.

Sedangkan istilah Kabupaten Malang tersebut, masih menurut Dwi, baru hadir pada era sekitar tahun 1819. ”(Istilah, red) Kabupaten Malang itu baru hadir pada tahun 1819, tetapi penetapan Bupatinya baru terjadi setahun kemudian. Jadi pada tahun 1819, namun diangkatnya Bupati (Malang) setahun kemudian, yaitu pada tanggal 9 mei 1820,” jelasnya.

Atas analisis sejarah itulah, Dwi memperkirakan jika Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang yang direncanakan bakal dijadikan kawasan cagar budaya tersebut, awal dibangunnya pada saat era Bupati Malang pertama kali, yakni pada tahun 1819.

”Oleh karena itu, sangat mungkin Pendapa Kabupaten beserta Pringgitan itu sudah dibangun paling tidak pada tahun 1819 atau 1820,” imbuhnya.

Sekedar informasi, pada era tahun 1800-an tersebut, Pemerintahan Kabupaten Malang dipimpin oleh Raden Tumenggung Notodiningrat I.

Merujuk pada catatan resmi Pemkab Malang, Raden Tumenggung Notodiningrat I didapuk sebagai Bupati Malang oleh pemerintah Hindia Belanda, berdasarkan resolusi Gubernur Jenderal pada 9 Mei 1820 Nomor 8 Staatblad 1819 Nomor 16.

”Oleh karena itu, pada usianya sekarang paling tidak Pendapa beserta Pringgitan Kabupaten Malang ini sudah berusia kurang lebih 2 abad. Jadi pada era pemerintahan Bupati (Malang) pertama, yaitu Raden Tumenggung Notodiningrat I dan keberadaannya masih berlanjut hingga sekarang,” ujarnya.

Hingga saat ini, salah satu bangunan paling bersejarah di Kabupaten Malang ini, sudah menjadi saksi pemerintahan dari puluhan Bupati Malang, paska kepemimpinan Raden Tumenggung Notodiningrat I.

”Oleh karena itu bangunan ini (Pringgitan Pendopo Agung) merupakan bangunan bersejarah, paling tidak bangunan ini menjadi saksi sejarah dari 20 Bupati yang ada di Kabupaten Malang, yang pernah menjalankan tugas pemerintahannya di tempat ini,” tukasnya.

Sekedar informasi, berikut nama ke-20 Bupati yang pernah memimpin di Kabupaten Malang

- Bupati Malang ke 1

Raden Tumenggung Notodiningrat I (1819 s/d 12 November 1839)

- Bupati Malang ke 2

Raden Ario Adipati Notodiningrat II (12-11-1939 s/d 31-7-1884)

- Bupati Malang ke 3

Raden Ario Tumenggung Notodiningrat III (31-7-1884 s/d 24-11-1898)

- Bupati Malang ke 4

Raden Adipati Soerioadiningrat I (Raden Sjarip) (24-11-1898 s/d 23-8-1934)

- Bupati Malang ke 5

Raden Ario Adipati Sam (23-8-1934 s/d 31-7-1945)

- Bupati Malang ke 6

Raden Soedono (12-10-1945 s/d 17-3-1950)

- Bupati Malang ke 7

Raden Mas Tumenggung Ronggo Moestedjo (1947 - 1950)

- Bupati Malang ke 8

Haji Said Hidajat (17-03-1950 s/d 11-04-1950)

- Bupati Malang ke 9

Mas Ngabehi Soentoro (01-4-1950 s/d 28-5-1958)

- Bupati Malang ke 10

R. Soendoro Hardjoamidjojo, SH. (3-4-1958 s/d 31-12-1959)

- Bupati Malang ke 11

Mas Djapan Notoboedojo (31-12-1959 s/d 14-05-1964)

- Bupati Malang ke 12

Moch Sun’an S.H (14-5-1964 s/d 1-11-1969)

- Bupati Malang ke 13

Kol. Inf. H.R. Sowignjo (1-11-1969 s/d 21-11-1979)

- Bupati Malang ke 14

Kol. Inf. Eddy Slamet (22-10-1980 s/d 20-10-1985)

- Bupati Malang ke 15

Kol. Inf. Abdul Hamid Mahmud (22-10-1985 s/d 24-10-1995)

- Bupati Malang ke 16

Kol. Inf. Muhammad Said (24-10-1995 s/d 26-10-2000)

- Bupati Malang ke 17

Ir. Mochammad Ibnu Rubianto, MBA (26-10-2000 s/d 24-1-2001)

- Bupati Malang ke 18

Sujud Pribadi (24-1-2001 s/d 24-10-2010)

- Bupati Malang ke 19

Rendra Kresna (periode 2010-2015 dan periode 2016-2021)

- Bupati Malang ke 20

Sanusi, yang hingga kini masih menjabat sebagai Bupati Malang

Sementara itu, seperti yang sudah diberitakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, menyebutkan jika sampai saat ini pihak Pemkab Malang masih dalam tahap kajian, untuk mempersiapkan Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang sebagai kawasan cagar budaya.

”Kita (Pemkab Malang) akan persiapkan terlebih dulu, tupoksinya ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud, Kabupaten Malang). Kedepan akan ada study untuk memanfaatkan Pendopo Pringgitan ini menjadi cagar budaya,” tukasnya yang juga pernah dimuat pada pemberitaan sebelumnya.

Baca Juga : Sepuluh Kabupaten Tersepi di Indonesia, Mana Saja?

Seperti apa ulasan lengkap Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, simak terus beritanya hanya di JatimTIMES.com dan chanel Youtube Jatim Times Network.

Topik
pendopo tertua di indonesiapringgitan pendopo kabupaten malangsejarah pringgitan pendopo kabupaten malangPendapa Kabupaten Malangsejarah pendapa kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru