Beri Arahan Penerima SK, Rektor UIN Berkomitmen Wujudkan Lembaga Bersih dari Korupsi

Jan 20, 2021 16:44
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris (kiri) saat memberikan arahan terhadap para penerima SK tenaga pendidik dan kependidikan di UIN Malang (Ist)
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris (kiri) saat memberikan arahan terhadap para penerima SK tenaga pendidik dan kependidikan di UIN Malang (Ist)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, berkomitmen serius dalam mewujudkan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Komitmen tersebut, semakin dimantapkan dengan penandatanganan Deklarasi Zona Integritas dalam momentum upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke 75 Kementerian Agama beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Dorong Pengembangan SDM di UIN Malang, Rektor UIN Dorong Tenaga Pendidik Lanjutkan Studi

 

Selain itu, dalam momentum kegiatan lainnya, seperti dalam kegiatan penyerahan SK Perpanjangan Kontrak Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan BLU serta Penyerahan SK Jabatan Pelaksana bagi Tenaga Kependidikan BLU tahun 2021, yang berlangsung di Aula Gedung Rektorat 18-19 Januari 2021, disitu Rektor UIN Malang tak henti-hentinya kembali mendengungkan Reformasi Birokrasi & Zona Integritas pada penerima SK.

Rektor yang gemar menulis puisi tersebut menegaskan agar mereka penerima SK, baik tenaga pendidik atau kependidikan harus memberikan pelayanan yang sebaik mungkin yang itu, tentunya tidak menyalahi ketentuan yang ada, terlebih lagi sampai melanggar kaidah atau aturan hukum.

Rektor kembali melanjutkan, jika dalam mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dikatakan Rektor perlu peran semua warga di lingkungan UIN Malang.

“Peran bapak ibu sekalian sangatlah penting apalagi untuk mewujudkan Zona Integritas ini diperlukan tekad yang baik, bersungguh-sungguh dan dibutuhkan pula hal-hal yang mendukungnya," jelasnya.

Sambung Rektor, Sehingga tidak hanya dari para pimpinan universitas, fakultas maupun kepala unit saja, namun, peran serta para pegawai tenaga pendidik atau kependidikan dalam mewujudkan komitmen tersebut juga dibutuhkan.

"Tidak mungkin itu semuanya terwujud apabila hanya pimpinan saja tanpa diikuti oleh semua staf atau pegawai baik sebagai dosen maupun tenaga kependidikan," pungkasnya.

 

 

 

 

 

Topik
UIN Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru