MALANGTIMES - Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2022 digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang. Penyusunan tersebut dilakukan melalui Forum Konsultasi Publik yang digelar secara daring di Ngalam Command Center (NCC), Rabu (20/1/2021).
Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu menyampaikan, Forum Konsultasi Publik rancangan awal RKPD Kota Malang tahun 2022 tersebut dilakukan untuk memenuhi tahapan penyusunan RKPD sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Hal ini juga sebagai bentuk sarana komunikasi interaktif antar pemangku kepentingan.
Baca Juga : Longsor Bunulrejo Telan Korban, Wali Kota Malang Selidiki Izin Pendirian Kawasan Perumahan
"Di samping itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana komunikasi interaktif dan dialog membangun antara seluruh pemangku kepentingan Kota Malang, baik eksekutif, legislatif, akademisi, dan komunitas," ujarnya.
Melalui sarana komunikasi dan interaksi yang tersebut, diharapkan saran dan masukan untuk menyempurnakan setiap rancangan pembangunan yang dibuat akan bisa berjalan optimal. "Sehingga, diharapkan dokumen perencanaan pembangunan tahun 2022 akan semakin komprehensif dan berkualitas," ungkapnya.
Lebih jauh, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, penyusunan RKPD harus dilakukan dengan berbagai tahapan. Salah satunya melalui konsultasi publik terlebih dulu. Selanjutnya akan diselesaikan melalui berbagai tahapan lain sebagai acuan dokumen induk.

"Ini ranwal (rancangan awal) RKPD. Jadi, sesuai dengan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, kita harus melalui tahapan. Salah satu tahapan awalnya adalah konsultasi publik," jelasnya.
Adapun prioritas dalam penyusunan RKPD Kota Malang tahun 2022 ini masih berfokus pada penanganan covid-19. Dalam pembahasan ini, paling tidak ada 4 prioritas arah kebijakan yang menjadi acuan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam penyusunan RKPD 2022. Di antaranya, peningkatan akses dan kualitas pendidikan serta kesehatan di masa pandemi covid-19. Layanan itu harus disesuaikan dengan era kenormalan baru atau adaptasi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi covid-19.
"Jadi, titiknya pandemi.vyang pendidikan sekarang kan daring. Dulu kan belum. Tapi, tidak mengurangi PBM (proses belajar mengajar). Nah, bagaimana komunikasi tiga komponen antara guru, siswa dan orang tua ini berjalan. Sehingga visi misi yang pendidikan di masing-masing jenjang ini terpenuhi dengan baik," imbuhnya.
Prioritas berikutnya yakni berkaitan dengan menjaga kestabilan daya beli dan perlindungan sosial. Yakni, melalui optimalisasi pemberdayaan masyarakat serta kinerja di kecamatan dan kelurahan tangguh. Baik itu ketangguhan ekonomi, kesehatan, hingga informasi.
Baca Juga : Vaksinasi di Jatim mulai 14 Januari, Prioritas Surabaya Raya
"Karena kita juga masih dalam masa pandemi, maka ini kita kuatkan. Kalau RT RW tangguh, contoh tangguh informasi, sekarang kan banyak hoax. Informasi vaksin itu, kalau sudah tangguh, tidak kena yang namanya berita hoax," paparnya.

Selanjutnya mengenai peningkatan infrastruktur perekonomian dan sarana prasarana sosial ekonomi. Dalam hal ini, kata Sutiaji, mengarah pada pembangunan infrastruktur secara interaktif. "Seperti penanganan banjir yang hingga kini masih terus menjadi PR kita. Itu karena memang tidak terintegrasi. Kita belum punya master plan drainase sebelumnya. Maka ini, sejarah drainase itu kemarin sudah saya minta kepada pak lurah untuk tanya kepada yang tua-tua seperti apa drainase besar dulu itu," ungkap Sutiaji.
Terakhir yakni berkaitan dengan pemantapan industri kreatif masyarakat dan kemandirian sosial ekonomi. Menurut Sutiaji, pemulihan ekonomi tersebut dengan menumbuhkan dan meningkatkan ekonomi kreatif. Selain mendorong ekonomi kreatif dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 yakni 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas), tetap harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
"Kenapa? Karena saat ini sudah masuk dunia bukan 4.0 tapi sudah society 5.0. Harapannya memang itu basicnya adalah kemakmuran masyarakat. Kita menjajakan produk kita satu petak dengan jangkauan terbatas. Saat ini bisa hanya dengan melalui HP kita, terus yang beli bahkan seantero dunia. Ini akan kita kuatkan, bagaimana literasi dan edukasi masyarakat untuk membangun peningkatan kualitas dan produk-produk yang dimiliki masyarakat itu," tandasnya.
