Longsor Bunulrejo Telan Korban, Wali Kota Malang Selidiki Izin Pendirian Kawasan Perumahan

Jan 19, 2021 10:50
Lokasi Longsor di kawasan Kelurahan Bunulrejo diberi garis polisi. (Ahmad Amin/MalangTIMES).
Lokasi Longsor di kawasan Kelurahan Bunulrejo diberi garis polisi. (Ahmad Amin/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Hujan lebat yang mengguyur Kota Malang sejak kemarin sore (Senin, 18/1/2021) menjadi perhatian serius. Beberapa titik lokasi terjadi banjir, hingga terjadi longsor.

Bahkan, akibat longsor tersebut satu orang warga Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dilaporkan hilang terseret arus. Hingga kini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau dikenal dengan sebutan BASARNAS.

Baca Juga : Kawasan Ir Rais Kerap Jadi Langganan Banjir, DPUPRPKP Siapkan Solusi

 

Wali Kota Malang Sutiaji meninjau area kawasan yang terjadi longsor tersebut. Ia menyebut, Tim Basarnas dan petugas gabungan akan terus melakukan penyisiran ke beberapa titik untuk mencari korban.

"Kami ikut berbelasungkawa, karena ada satu korban yang sampai saat ini belum bisa diketemukan. Kita mohom doa semoga korban dari kejadian ini segera bisa ditemukan. BASARNAS, TNI/Polri sudah sigap, mulai nanti akan ada penyisiran ke beberapa titik," ujarnya ditemui di sela peninjaun area titik longsor, Selasa (19/1/2021).

Sutiaji menambahkan, dari hasil peninjauannya, curah hujan tinggi semestinya bisa menjadi kewaspadaan semua pihak. Termasuk bagi para pengembang saat melakukan pembangunan perumahan di Kota Malang.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan memeriksa proses perizinan dari pengembang, apakah sudah memenuhi aturan ada pelanggaran.

"Memang ini kejadian yang luar biasa, hujannya cukup lebat dan lama sehingga debit air yang ada di sungai itu luapan airnya luar biasa. Kita lihat nanti masalah berkaitan dengan perizinan, apakah sertifikat untuk pengembang sudah memenuhi, akan kita croschek. Sekarang banyak bangunan-bangunan yang berada di bibir-bibir sungai dan itu banyak dikelola oleh seorang profesional atau dalam hal ini real estate," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Sutiaji juga menyempatkan mengunjungi keluarga korban yang tengah mengungsi. Istri korban tampak lemas dan berharap pencarian suaminya bisa segera ditemukan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam hal ini juga akan mengupayakan bantuan sosial dengan menginstruksikan instansi terkait.

Baca Juga : Vaksinasi di Jatim mulai 14 Januari, Prioritas Surabaya Raya

 

"Tentu nanti akan kami berikan santunan, selanjutnya Dinsos, BPBD juga nanti seperti apa cost-nya, darimana, akan kami lakukan. Insya Allah ada yang akan kami sampaikan ke keluarga," tandasnya.

Sementara itu, Korlap BASARNAS Surabaya Ainul Makhdin mengungkapkan, sebanyak 40 personel gabungan dikerahkan untuk proses pencarian korban yang terseret arus longsor.

"Sementara ini kita lakukan penyisiran darat. Kurang lebih ada 40 personer Tim SAR gabungan, dari TNI/Polri, Tagana, BPBD juga lainnya," ungkapnya.

Sebagai informasi, hujan deras yang melanda Kota Malang kemarin juga menyebabkan banjir setidaknya di 18 titik lokasi. Di antaranya, Jl Ir Rais, Dieng, Sawojajar, Bandulan, dan yang lainnya.

Topik
bencana longsor kota malangbajir kota malanglongsor kota malang telan korbanWali Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru