Mengintip Rencana ESDM, Bangun Taman Panel Surya Mirip di Abu Dhabi

Jan 17, 2021 08:49
Proyek panel surya di Abu Dhabi. (Foto: source EWEC).
Proyek panel surya di Abu Dhabi. (Foto: source EWEC).

MALANGTIMES - Susul negara-negara besar, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga bakal mengembangkan taman panel surya (solar park) di Indonesia.

Rencananya, taman panel surya yang meyerupai bangungan di Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) itu bakal dibangun di wilayah Indonesia bagian timur. Hal ini dilakulan sebagai upaya untuk meningkatkan porsi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Baca Juga : Digugat Petani Jeruk, Kades Selorejo Angkat Bicara

"Kami merencanakan membangun solar park seperti di Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Portugal, dan Arab Saudi. Satu hamparan besar itu isinya solar panel saja," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.

Dadan menjelaskan, konsep pembangunan solar park merupakan bagian dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar di lahan yang luas.

Pemilihan wilayah di Indonesia bagian timur ini, lantaran memiliki radiasi sinar matahari yang bagus, dan curah hujan yang rendah. Pihaknya bermaksud bisa memanfaatkan wilayah-wilayah yang kering untuk taman panel surya tersebut.

"Makin ke timur, khususnya di daerah-daerah yang kering, sinar matahari bagus, dan jarang hujan," imbuhnya.

Pembangunan ini dinilai sejalan dengan upaya pencapaian target peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di dalam negeri.

Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, target peningkatan kapasitas PLTS dipatok mencapai 17.687 MW pada 2035.

Nah, upaya pengembangan PLTS secara masif ini didorong lantaran perekonomian saat ini dinilai sudah kompetitif. Artinya, PLTS mampu bersaing dengan pembangkit fosil seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Memang kalau PLTU bisa sebagai base load, PLTS hanya pada saat mataharinya ada. Bagaimana mencapainya? Ini kombinasi antara kesiapan dan pendapatan keekonomian yang baik, aspek teknis juga, supaya PT PLN tidak kesulitan menerima PLTS skala besar," tandasnya.

Sebagai informasi, taman panel surya Abu Dhabi merupakan yang terbesar di dunia dan sudah mulai aktif beroperasi sejak 2019 silam.

Baca Juga : Kisah Syekh Ali Jaber yang Lebih Memilih Indonesia sebagai Negaranya Hingga Wafat

Panel ini kabarnya memiliki kapasitas 1.177 gigawatt yang bahkan melampaui Mohammed bin Rashid Al Maktoum Solar Park. Taman tersebut diketahui pula memiliki kapasitas 5.000 megawatt.

Proyek yang diberi nama Noor Abu Dhabi itu terletak di Sweihan, sekitar 100 km dari Abu Dhabi. Menjadi proyek terbesar di dunia, lantaran hanya berada di satu situs lokasi saja.

Kala itu, proyek yang digagas di Abu Dhabi menggunakan 3,2 juta panel. Proyek ini  merupakan hasil kerjasama Perusahaan Air dan Listrik Emirates (EWEC), Marubeni Corporation asal Jepang dan JinkoSolar, manufaktur panel surya terbesar di dunia.

Proyek ini disinyalir mampu memasok daya untuk sekitar 90 ribu orang. Harapannya, tingkat emisi CO2 di Abu Dhabi dapat berkurang sebesar satu juta ton metrik, atau setara dengan menghapus 200 mobil dari jalanan Abu Dhabi. 

Bagi yang ingin menggunakan tenaga dari panel surya ini, dikenai biaya. Namun harga yang dibanderol sangat terjangkau yakni hanya perlu membayar 2,42 sen per kwh.

Lantas seperti apa proyek taman panel surya di Indonesia ini nantinya ? Kita nantikan saja ya.

Topik
proyek taman panel surya indonesiataman panel surya indonesiapembangunan taman panel surya indonesiakementeria ESDM

Berita Lainnya

Berita

Terbaru