Syekh Ali Jaber  (Foto: Kompas.com)
Syekh Ali Jaber (Foto: Kompas.com)

MALANGTIMES - Kabar meninggalnya ulama besar Tanah Air Syekh Ali Jaber tentunya membuat kaget para umat Islam di Indonesia.  

Ulama 44 tahun ini meninggal dunia pada hari ini, Kamis (14/1/2021).  

Baca Juga : Bebas dari Gunung Sindur, Abu Bakar Ba'asyir Pulang lewat Jalur Darat 8 Jam Perjalanan

 

Meski berasal dari Madinah, Arab Saudi, Syekh Ali Jaber mendedikasikan perjalanan dakwahnya di Indonesia.  

Lantas seperti apa kisah Syekh Ali Jaber bisa menjadi WNI hingga akhir hayatnya?

Pemilik nama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini lahir di Madinah pada 3 Februari 1976 silam.  

Ia resmi berkewarganegaraan Indonesia sejak 2012 lalu.

Sejak kecil Syekh Ali Jaber memang telah menekuni membaca Al-Quran.  

Melansir melalui channel YouTube HAZIQ CHANNEL, Syekh Ali Jaber lantas menceritakan kisah lucunya saat pertama kali tinggal di Tanah Air.  

Kala itu, ia mulai menetap di Indonesia sejak 2008 silam dan masih belum menguasai bahasa Indonesia.  

"Tinggal di Indonesia 2008, 2009, 2010 saya masih ingat pertama kali belum bisa Bahasa Indonesia, bisa nggak terbayang gak bisa Bahasa Indonesia," ujar Syekh Ali jaber.

Setahun kepindahannya ke Indonesia, ia mulai mempelajari Bahasa Indonesia melalui temannya.  

"Mulai 2009 diajarin sama temen hafal 4 kata," ungkapnya.

"Nggak usah yang lain-lain sudah pusing, Bahasa Indonesia mudah dan 4 kata ini sering dipake oleh orang Indonesia," tambah Syekh Ali Jaber.

"Apa kabar, bagus, mau kemana, aku cinta kepadamu, itu aja," nggak usah pusing-pusing, bahasa Indonesia mudah," ungkap Syekh Ali Jaber.

Hingga akhirnya, ia pun mulai mempraktikan saat bertemu dengan orang Indonesia.  

"Dengan tulus hati saya setiap bertemu orang itu aja yang saya sampaikan Assalamu'alaikum apa kabar, bagus, mau kemana, aku cinta kepadamu," ungkapnya.

"Subhanallah, sedikit-sedikit belajar," ucapnya.

Disatu kesempatan, Syekh Ali Jaber sempat ceramah bersama dengan Ustaz Yusuf Mansur. Ustaz Yusuf Mansurlah yang mendorong Syekh Ali Jaber untuk menguasai Bahasa Indonesia.

"Karena dulu ketika pertama kali dakwah yang bantuin Ustaz Yusuf Mansur sendiri," akui Syekh Ali Jaber.

Ia pun akhirnya terus mempelajari Bahasa Indonesia meski dinilai oleh ibu-ibu bahasanya lucu karena masih belum lancar.

Baca Juga : KPK Geledah 3 Dinas di Kota Batu, Jubir KPK: Ada Dua Saksi yang Telah Diperiksa

 

Ditahun 2011 Syekh Ali Jaber diundang ke sebuah acara buka puasa bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lalu, Syekh Ali Jaber mendadak diminta untuk berceramah di acara tersebut.

"Ditunjuk untuk mengisi, saya kaget apa yang mau saya isi, ada pak Presiden lagi, akhirnya saya beranikan diri berbicara," ujarnya.

Protokol pun menyampaikan jika waktu Syekh Ali Jaber 10 menit dalam menyampaikan ceramah.

Namun, ternyata panitia salah hitung waktu yakni masih 40 menit lagi menunggu buka puasa.

"Saya habis 10 menit saya turun, selesai tugas turun dan duduk lagi di meja, ternyata masih mau Maghrib 40 menit lagi," jelasnya.

"Mereka salah hitung, bingung nggak apa mau isi lagi, didatengin Ustaz salah satu masjid Istiqlal untuk baca sholawat lah, Asmaul Husna, baca Subhanallah Walhamdulillah Walalailahaillallah, sampai pada ngantuk habis waktunya," tambahnya.

"Tapi masih ada waktu belum Maghrib, saya didatangi lagi sama protokol, bapak Presiden minta antum dateng lagi naik isi kultum sebelum Maghrib,"

"Saya kaget ini satu acara tapi 2 kali saya isi ceramah," ujarnya.

Hingga akhirnya, Syekh Ali Jaber kembali mengisi ceramah, kemudian para hadirin yang datang termasuk Presiden SBY bersiap mendengarkan dengan alat terjemahan.

Akan tetapi, semua kaget setelah mengira Syekh Ali Jaber akan menyampaikan ceramah dengan menggunakan bahasa asing, ternyata ia justru lancar berbahasa Indonesia.

"Beliau kaget turunin alatnya lagi, karena saya lansung Bahasa Indonesia, karena dia melihat tampilan saya bukan orang Indonesia," ungkapnya.

Kisah itu tentunya akan selalu dikenang oleh para jamaah yang mengikuti ceramah Syekh Ali Jaber. 

Sampai saat ini pun Syekh Ali Jaber seakan tak ingin meninggalkan Indonesia hingga akhir hayatnya. 

Bakan, Syekh Ali Jaber sempat berujar jika ia meninggal dunia di Indonesia ingin dimakamkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Hal itu ia sampaikan saat ia mengisi sebuah acara di Lombok. Namun hingga kini masih belum ada informasi lebih lanjut terkait proses pemakaman Syekh Ali Jaber. 

Video : Takdir baik Syekh Ali Jaber menjadi WNI - Kisah lucu saat pertama kali tinggal di Indonesia