Kasat Lantas Polres Malang, AKP Ady Nugroho (foto dok MalangTIMES)
Kasat Lantas Polres Malang, AKP Ady Nugroho (foto dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polres Malang serius mengawal PPKM di Kabupaten Malang, hal itu karena angka penyebaran covid-19 terus meningkat. Salah satu contoh yang dilakukan adalah menyasar balap liar yang dianggap bisa membuat satu klaster baru penyebaran covid-19. Sehingga Satlantas Polres Malang langsung menindak kegiatan balap liar yang terjadi sehari sebelum PPKM diterapkan.

"Dari contoh itu, pesan kepada masyarakat supaya tersampaikan bahwa dalam (penerapan, red) PPKM ini, Polisi tidak main-main artinya memang harus betul-betul dipatuhi (oleh masyarakat, red)," kata Kasat Lantas Polres Malang, AKP Ady Nugroho, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga : Hanya 2 Hari, Bumiaji Dilanda Tanah Longsor Hingga 14 Kali

"Dengan peringatan keras di Stadion Kanjuruhan itu masyarakat di kecamatan lain juga tidak melakukan (kerumunan, red)," imbuhnya.

Dalam operasi tersebut lanjut  Ady, pihaknya melakukan karena awalnya untuk menertibkan masyarakat dalam hal protokol kesehatan (prokes). Karena masih ada sebagian masyarakat Kabupaten Malang yang belum mematuhi aturan tersebut. "Kami berpesan awalnya tentang prokes, dengan membubarkan kerumunan yang ada, agar tidak menimbulkan klaster baru, masalah pelanggaran lalu lintasnya itu adalah tindakan lanjutan," terang dia.

Untuk diketahui, dalam operasi tersebut sebanyak 574 sepeda motor yang terjaring razia balap liar di Stadion Kanjuruhan. Kegaitan dilakukan satu hari menjelang PPKM. Razia tersebut diharapkan menjadi peringatan keras bagi daerah kecamatan lain di wilayah Kabupaten Malang agar tidak ada kegiatan kerumunan massa.

Baca Juga : Angka Balap Liar Turun, Satlantas Polresta Malang Kota Tetap Lakukan Razia di Titik Rawan

Sementara itu PPKM yang sudah berjalan dua hari, Satlantas Polres Malang berpesan kepada jajaran Polsek di wilayah Polres Malang agar mengantisipasi adanya kerumunan yang dibuat oleh masyarakat utamanya anak muda yang menggelar balap liar atau sejenisnya. "Kami juga berpesan kepada para Kapolsek untuk kegiatan kerumunan agar tidak dilakukan lagi (di kecamatan lain, red)," tandasnya.