Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution saat ditemui pewarta di ruangan kerjanya. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution saat ditemui pewarta di ruangan kerjanya. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Balap liar yang sempat menjamur di kawasan Kota Malang beberapa waktu yang lalu, kali ini sudah mulai turun. Meskipun sudah mulai alami penurunan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang Kota terus akan melakukan beberapa tindakan. Salah satunya gelaran razia rutin balap liar di ruas jalan yang dianggap sebagai titik rawan. 

"Untuk saat ini (balap liar, red) sudah menurun jauh ya di Kota Malang. Sebelum kepemimpinan saya disini, ada beberapa titik yang memang diamankan cukup banyak seperti di Suhat, Gor Ken Arok," ungkap Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution saat dikonfirmasi pewarta, Rabu (13/1/2021). 

Perwira menengah dengan satu melati dipundaknya yang akrab disapa Rama ini juga menuturkan bahwa untuk meminimalisir balap liar di Kota Malang, pihaknya akan tetap melakukan langkah-langkah preentiv dan preventif dengan menempatkan beberapa unit patwal, unit tertutup maupun bekerjasama dengan unit reserse. 

"Apabila mereka sudah berkumpul kita langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara, red), walaupun mereka tidak bisa kita amankan, setidaknya mereka membubarkan diri," ujarnya. 

Lanjut Rama bahwa untuk saat ini dibawah kepemimpinannya, tindakan pencegahan akan sangat dimaksimalkan dan terus dilakukan secara bertahap untuk mengurangi potensi-potensi terjadinya balap liar. 

"Jadi kita dari sekarang bertahap, tidak menunggu mereka banyak ataupun menjamur. Setiap harinya kita upayakan di titik-titik rawan balap liar kita tempatkan satu unit patwal ataupun PM bekerjasama juga dengan masyarakat yang saat ini rajin menginformasikan ke Aplikasi Jogo Malang," jelasnya. 

Ilustrasi ratusan kendaraan terjaring razia balap liar yang diamankan oleh kepolisian.



Ketika ditanya seberapa intenskah masyarakat Kota Malang melakukan balap liar, Rama menjawab sudah sangat minim sekali dan hanya sebagian kecil orang yang melakukan tes kendaraan di jalan raya yang tidak sampai mengumpulkan banyak orang untuk menonton. 

"Saat ini sudah minim sekali. Hanya mungkin tes kendaraan yang melintas, jadi tidak sempat menonton ataupun berkumpul masyarakat yang menonton kegiatan balap liar yang memang dibebaskan cukup lama," katanya. 

Upaya lanjutan yang dilakukan oleh Satlantas Polresta Malang Kota yakni dengan melakukan Dikmas Lantas (Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas) kepada masyarakat Kota Malang yang melakukan balap liar. 

"Jika ditemukan balap liar pasti akan kita amankan dengan kendaraan yang tidak sesuai pasti kita amankan lebih dulu. Kita lakukan dikmas lantas, kita panggil orangtuanya supaya orangtuanya juga bisa lebih memahami," terangnya. 

Sementara itu, Rama juga mengimbau khususnya kepada para orangtua, jangan sekali-sekali mengizinkan anaknya yang belum memiliki SIM (surat ijin mengemudi) dan mengendarai kendaraan yang tidak sesuai dengan spec standar dari pabrik. Karena hal tersebut dapat membahayakan anak maupun pengendara lainnya. 

"Cukup banyak orang tua yang kewalahan memberitahu putra putrinya. Sehingga kita bekerjasama dengan orangtua, memanggil mereka untuk diberikan pemahaman agar kendaraan dikembalikan sesuai spec sama seperti dari pabriknya (standar, red). Itu merupakan pembinaan, karena kita ada fungsi dikmas lantas," tutupnya.