Vaksin (Foto:  Legere Pharmaceuticals)
Vaksin (Foto: Legere Pharmaceuticals)

MALANGTIMES - Rabu (13/1/2021) publik dihebohkan dengan vaksinasi Covid-19 yang digelar di Istana Negara. Vaksinasi tersebut, disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo dan beberapa tokoh lainnya. Seperti tokoh agama, kementerian, TNI, Polri hingga perwakilan dari berbagai kalangan. Vaksinasi ini sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencegah Covid-19. 

Kendati demikian, vaksin Covid-19 ini justru menimbulkan pro kontra di berbagai kalangan. Sebut saja, Gus Nuril dan politisi PDIP Ribka Tjiptaning yang menolak vaksin tersebut. Bahkan Ribka rela membayar denda daripada harus disuntik vaksin. Sementara Gus Nuril membahas tentang pengambilan vaksin dari DNA virus yang belum diketahui kebenarannya. Lantas apa vaksin itu dan bagaimana cara kerja vaksin? 

Apa vaksin itu? 

Baca Juga : Hari ini Tambahan Pasien Konfirmasi Kembali ke Angka Dua Digit, 9 Kesembuhan di Kota Batu

Vaksin adalah zat yang sengaja dibuat untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh dari penyakit tertentu.  Sehingga zat tersebut bisa mencegah terjangkit dari penyakit tersebut. Seperti diketahui, saat ini sudah 30 jenis vaksin yang diciptakan. 

Konsep vaksin ini pertama kali diciptakan Edrward Jenner pada 1796. Bukti keberhasilan vaksin sendiri ialah musnahnya penyakit Variola pada tahun 1979. 

Bagaimana cara kerja vaksin? 

Melansir dari WHO, vaksin mengandung antigen yang sama dengan antigen yang menyebabkan penyakit. Namun antigen yang ada di dalam vaksin ini sudah dikendalikan. Vaksinasi adalah pemberian vaksin kepada seseorang di mana vaksin tersebut berisi satu atau lebih antigen.  Saat vaksin masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan melihatnya sebagai antigen atau musuh. 

Sebagai bentuk respon adanya ancaman dari musuh, tubuh akan memproduksi antibodi untuk melawan antigen tersebut. Namun, kekebalan yang didapat lewat vaksinasi tidak bertahan seumur hidup terhadap infeksi penyakit berbahaya. Dengan demikian terdapat dua cara untuk mendapat kekebalan tubuh terhadap suatu antigen. Pertama secara alamiah apabila orang tersebut terinfeksi oleh patogen atau secara buatan melalui vaksinasi.

Apa saja jenis vaksin?

Terdapat empat jenis vaksin yakni vaksin hidup seperti vaksin polio oral (OPV), campak, rotavirus, demam kuning. Vaksin hidup bisa memberikan kekebalan yang lebih kuat meski hanya diberikan satu atau dua kali. Meski demikian, vaksin ini tidak dapat diberikan pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah. 

Kedua vaksin yang sudah dimatikan yakni vaksin pertusis utuh, IPV. Namun, vaksin mati cenderung menghasilkan respon kekebalan tubuh yang lebih lemah. Jika dibandingkan vaksin hidup. Hal ini lantas membuat pemberian vaksin mati butuh diberikan secara berulang.

Baca Juga : Ini Dia, 10 Penerima Pertama Vaksin Covid-19 di Kabupaten Malang, Termasuk Namamu?

Ketiga vaksin berisi sub unit dari antigen yang sudah dimurnikan yakni vaksin Hepatitis B. Vaksin ini terbuat dari racun bakteri yang diolah secara khusus agar tidak berbahaya bagi tubuh. Namun vaksin ini mampu merangsang tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap racun yang dihasilkan bakteri tersebut.

Keempat vaksin berisi toksoid yang sudah diinaktivasi yakni vaksin toksoid tetanus dan difteri toksoid. Vaksin biosintetik mampu memberikan kekebalan tubuh yang kuat terhadap virus atau bakteri tertentu

Cara kerja vaksin ini pula tentunya akan sama dengan cara kerja vaksinasi Covid-19 yang akan didapatkan oleh masyarakat. Diketahui, setelah vaksinasi dilakukan hari ini di Istana Negara, akan berlanjut pada tingkat kabupaten.kota. Nantinya akan diawali vaksinasi terhadap kepala daerah dan tenaga kesehatan setempat. 

Seperti diketahui, vaksin yang digunakan pemerintah ini sudah memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin yang disuntikkan ialah vaksin Sinovac yang sudah mendapatkan izin edar darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari BPOM.