Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (9/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (9/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Terkait program penyuntikan vaksin Sinovac yang bakal segera dilakukan secara nasional termasuk di Kabupaten Malang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo menyebutkan bahwa akan ada 10 pejabat di lingkup Kabupaten Malang yang akan menerima vaksin Sinovac pertama kali. 

“Sesuai dengan arahan Pak Bupati, 10 pejabat pertama yang divaksin,” katanya ketika dikonfirmasi awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (9/1/2021). 

10 Pejabat itu adalah Bupati Malang HM Sanusi, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Dandim Letkol Inf Yusub Dody Sandra, Kajari Edi Handojo, Plt Ketua DPRD Sodikul Amin, Ketua PN Malang Ronald Salnofri, Kepala Dinkes Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo, Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan, Plt Direktur RSUD Kanjuruan Dian Suprojo, dan Direktur RSUD Lawang Ratih Maharani.

Baca Juga : 7.000 Nakes di Kota Malang Tunggu Vaksinasi Tahap Awal

Lanjut Arbani, bahwa 10 pejabat tersebut juga akan melalui empat tahapan mekanisme yang sama dengan tenaga kesehatan, TNI, Polri yang menjadi penerima vaksin tahap pertama. 

Mulai tahap pertama yakni proses registrasi kembali data kesehatan untuk memastikan kebenaran data kesehatan tersebut. Kedua wawancara untuk mengetahui yang bersangkutan dalam kondisi sakit atau sehat. 

Selanjutnya di tahapan ketiga akan dilakukan vaksinasi dengan cara disuntikkan ke tubuh para pejabat. Lalu di tahapan terakhir yakni pada tahapan keempat akan dilakukan tahap observasi selama 30 menit untuk melihat reaksi dari pemberian vaksin kepada para pejabat tersebut. 

"Mekanismenya sama, tetap 10 orang ini akan diverifikasi oleh pusat apabila ditemukan riwayat penyakit berat disana, maka yang bersangkutan tidak akan di vaksin," terangnya. 

Mantan Direktur RSUD Lawang ini juga mengatakan bahwa terkait vaksinasi akan diberlakukan wajib kedepannya untuk masyarakat yang tidak memiliki penyakit berat. 

"Vaksinasi wajib untuk yang tidak ada penyakit berat atau yang udah terpapar Covid, namun sudah sembuh. Jadi untuk yang pernah terpapar dan sembuh itu, sudah punya antibodi sendiri, sehingga untuk vaksinasi jadi tidak prioritas," beber pria yang juga berprofesi sebagai dokter gigi ini. 

Baca Juga : Vaksin Covid-19 Sampai di Surabaya, Dandim 0818 Siap Amankan Distribusi di Kabupaten Malang

Arbani pun juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak takut dengan adanya Vaksinasi yang bertujuan untuk mencegah persebaran Covid-19 di Kabupaten Malang. Terlebih lagi, nantinya di 52 fasilitas kesehatan (faskes) yang telah ditentukan akan ditempatkan para vaksinator untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat. 

"Vaksinatornya itu nanti kita tempatkan di 52 faskes yang meliputi 39 puskesmas, 12 rumah sakit dan 1 kantor kesehatan pelabuhan seperti Abdul Rahman Saleh," tutupnya. 

Sebagai informasi, bahwa untuk vaksin Sinovac telah sampai di Provinsi Jawa Timur. Namun belum didistribusikan ke daerah-daerah kabupaten/kota, termasuk ke wilayah Kabupaten Malang.