Jadi Guru Besar Termuda UIN Malang, Agung Sedayu Awalnya Tak Bercita-cita Jadi Profesor

Jan 12, 2021 16:46
Guru Besar Termuda di UIN Maliki Malang, Prof Agung Sedayu, M.T bersama sang istri, Dewi Wulandari (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Guru Besar Termuda di UIN Maliki Malang, Prof Agung Sedayu, M.T bersama sang istri, Dewi Wulandari (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, mengukuhkan tiga guru besar baru di Fakultas Sains dan Teknologi hari ini, Selasa (12/1/2021). 

Mereka adalah Prof Dr Turmud M.Si Guru Besar Bidang Pendidikan Matematika, Prof. Dr  Retno Sulistyowati. M.Si Guru Besar Bidang Ilmu Biologi dan Prof. Dr. Agung Sedayu, M.T Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Sipil Management Konstruksi.

Baca Juga : UIN Maliki Malang Keluarkan Surat Edaran, Ada 13 Ketetapan terkait Situasi Pandemi Terkini

 

Dari tiga guru besar yang dikukuhkan tersebut, terdapat satu guru besar yang cukup menarik perhatian. Pasalnya, salah satu diantaranya merupakan guru besar termuda yang dimilik oleh UIN Maliki Malang

Guru besar termuda tersebut adalah Prof. Dr. Agung Sedayu, M.T.

Pria kelahiran Jember, 24 Oktober 1978 itu dikukuhkan dalam prosesi pengkukuhan guru besar yang dihadiri oleh jajaran pejabat UIN Maliki Malang. Saat dikukuhkan menjadi seorang guru besar, Agung Sedayu berumur 42 tahun.

Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris membenarkan, jika Agung Sedayu merupakan guru besar termuda yang kini dimiliki oleh UIN Maliki Malang.

"Ya beliau kelahiran 1978. Dia ini (Prof. Dr. Agung Sedayu, M.T) merupakan orang yang lurus (tak pernah macam-macam). Belajar sesuai keahliannya. Dia sehari-hari dosen biasa," bebernya.

Dalam pengkukuhan, ia juga merasa tertegun melihat Agung Sedayu bisa berpidato dengan luar biasa dan suara menggema. 

"Saya tertegun, kaget, seorang profesor konstruksi, teknik sipil manajemen konstruksi. Saya nggak menduga kalau pak Agung bisa pidato yang luar biasa, tak seperti biasanya. Begitu dikukuhkan berubah total," ungkap Haris.

Sementara itu, Agung Sedayu ditemui usai pengkukuhan mengatakan, jika awalnya dia malah tak bercita-cita menjadi seorang profesor. 

Anak dari pasangan Tukiro dan Sismiati ini mengaku malah setelah lulus S1 Arsitektur ingin bekerja di Kalimantan.

"Ya inginnya kerja di Kalimantan, kerja di proyek. Karena di Jawa ini SDM nya sudah banyak. Jadi persaingan lulusan S1 Arsitektur Teknik Sipil itu saya merasa akan kalah bersaing," jelasnya.

Namun, setelah ia lulus S1 Arsitektur, justru terdapat kesempatan untuk menjadi dosen di UIN Maliki Malang. Hal itupun juga diakui Agung Sedayu di luar rencana bisa menjadi dosen. Berjalannya waktu, di mana sebagai dosen dituntut mempunyai karya, maka ia mulai membuat karya.

"Di situ saya mulai menemukan passion. Saya sadar punya potensi dan akhirnya saya gali terus hingga banyak karya yang saya buat.  Karya itu menjadi syarat untuk kenaikan pangkat ini. Naik terus hingga guru besar. Jadi sebenarnya nggak nyangka saya," jujurnya.

Meskipun begitu, ia tak menampik dukungan dari pihak keluarga dan juga pihak UIN Maliki Malang. Dengan program rektor percepatan guru besar, memberikan kemudahan baginya untuk meraih gelar profesor.

"Kita ini dibimbing dan diarahkan. Belajar menulis, kita juga didatangkan profesor, didatangkan pakar ahli tulis menulis," kata pria yang merupakan suami dari wanita bernama Dewi Wulandari ini.

Dengan telah diraihnya gelar guru besar, dikatakannya jika hal ini merupakan amanah dari Allah dan juga amanah dari institusi sebagai dosen. Maka dari itu, hal tersebut berkaitan dengan tridharma perguruan tinggi yang akan terus ia amalkan.

Baca Juga : Fakultas Teknologi Pertanian UB Raih 4 Penghargaan UBAQA

 

Dewi Wulandari, istri dari Agung Sedayu juga tak menyangka jika ayah dari empat anaknya itu bisa menjadi profesor termuda di UIN Maliki Malang. 

Ia tak menampik, jika untuk meraih gelar tersebut, suaminya telah berjuang keras mencurahkan tenaga dan pikiran untuk raihan gelar guru besar.

"Saya berharap kedepan akan tumbuh lagi profesor-profesor muda dengan semangat lebih bagus lagi untuk kemajuan UIN Malang," pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Topik
UIN Maliki Malangguru besar uin malikiprofesor termuda uin malikiBerita Pendidikan Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru