Proses evakuasi korban tenggelam di Gondanglegi, Kabupaten Malang (istimewa)
Proses evakuasi korban tenggelam di Gondanglegi, Kabupaten Malang (istimewa)

MALANGTIMES - Belum hilang ingatan Senin (11/1/2021) tentang ditemukannya seorang mayat laki-laki yang mengapung di sungai Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, kini Selasa (12/1/2021) warga Jalan A. Yani RT 08 RW 01 Desa Gondanglegi Kulon Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang digegerkan dengan penemuan mayat di sungai irigasi.

Sekitar pukul 06.50 WIB salah seorang warga bernama Rima Jaya yang sedang menunggu anaknya untuk buang air besar di sungai melihat ada benda hanyut. Karena penasaran yang awalnya dikira batang pohon pisang, Rima kemudian mendekati dan ternyata tubuh seseorang yang sudah tidak bernyawa.

Baca Juga : Sederet Berita Hoax Terkait Kecelakaan Sriwijaya Air, Foto Bayi Selamat hingga Suara Aneh!

"Setelah didekati ternyata tubuh seseorang, akhirnya di seret ketepian sambil meminta bantuan orang disekitarnya, selanjutnya diangkat ke daratan bibir sungai. Lalu warga lainnya segera melaporkan ke Polsek (Gondanglegi)," ungkap Kapolsek Gondanglegi, Kompol Agus Siswo Hariyadi.

Pada keterangan Kompol Agus Siswo Hariyadi, mayat yang diketahui bernama Abdul Latif (60) itu sudah ada di daratan bibir sungai dan masih mengenakan pakaian lengkap.

"Ini tadi mengenakan celana kain warna biru tua dan mengenakan baju lengan panjang warna biru motif kotak," kata Kompol Agus.

Lanjut Agus, pada pemeriksaan awal pihaknya hanya menemukan luka goresan pada pelipis kiri dan tidak ditemukan luka pada bagian lain.

"Korban merupakan seorang yang berprofesi sebagai pencari dan penjual rumput makanan ternak," terang Agus.

"Keterangan dari beberapa orang, dan juga keluarganya bahwa korban hidup sendiri, suka menyendiri dan tidak mau bergaul dengan orang lain," imbuhnya.

Baca Juga : Mayat tanpa Identitas Ditemukan Terhanyut di Sungai Kecamatan Bululawang

Dugaan awal, korban terpeleset kemudian jatuh ke sungai. Karena tidak bisa menguasai diri kemudian terhanyut dengan arus sungai. "Diduga korban terpeleset dan jatuh ke sungai jatuh dan tergores dinding sungai ketika hanyut terbawa arus," ungkapnya.

Sementara itu, Kompol Agus menyatakan bahwa pihaknya sudah bertemu dengan pihak keluarga korban yang tidak menginginkan adanya otopsi.

"Keluarga korban menyadari bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan murni dan tidak disebabkan oleh pihak lain. Keluarga korban (juga)memohon agar korban tidak dilakukan otopsi," pungkasnya.