Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui pewarta di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (9/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui pewarta di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (9/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat di Kabupaten Malang selama pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) 11-25 Januari 2021. Pendatang yang masuk ke desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Malang bakal diminta menunjukan surat hasil Rapid Test maupun Swab Test. 

"Jadi tadi diminta Pak Bupati untuk pendatang yang masuk desa akan di-Screening. Bila tidak membawa surat keterangan hasil rapid antibodi nonreaktif maupun hasil swab antigen negatif maka yang bersangkutan diminta pulang ke tempat asalnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi pewarta di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (9/1/2021). 

Baca Juga : PSBB Jilid II, Akan Ada 17 Titik Pos Pencegahan Kerumunan di Kabupaten Malang

Lanjut Arbani, jika dengan diberlakukannya aturan tersebut terdapat warga pendatang yang terpaksa harus bertemu dengan keluarganya yang berada di desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Malang tersebut, diwajibkan melakukan rapid antigen di Puskesmas terdekat. 

"Apabila ada yang terpaksa harus ketemu saudara atau kegiatan yang tidak bisa ditinggal, maka mereka diwajibkan dilakukan rapid atau swab antigen di Puskesmas," jelasnya. 

Mantan Direktur RSUD Lawang ini juga menuturkan bahwa untuk rapid antibodi atau rapid antigen akan diberikan secara gratis, hanya saja warga pendatang yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut, diwajibkan untuk membayar jasa pelayanan. "Untuk reagen gratis. Tapi untuk jasa pelayanan, kita tarik biaya Rp 25 ribu," katanya. 

Pasalnya disampaikan Arbani bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang telah melakukan belanja alat rapid antigen yang didistribusikan ke 39 Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. "Terkait penyediaan rapid antigen gratis, kemarin sudah belanja rapid antigen sebanyak 15.000 dan segera di distribusikan ke 39 puskesmas," ujarnya. 

Lebih lanjut, seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Bupati Malang HM. Sanusi juga telah mengeluarkan instruksi kepada jajaran Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) dan jajaran perangkat desa agar melakukan pengetatan di setiap wilayah. 

Salah satunya dengan pemeriksaan surat hasil rapid antibodi atau rapid antigen yang menunjukkan non-reaktif atau surat hasil swab test yang menunjukkan negatif Covid-19. 

Karena pada saat momentum PPKM yang diterapkan di Kabupaten Malang tidak ada toleransi lagi. Semua yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat harus dijalankan selama dua minggu kedepan secara ketat, terhitung dimulai pada hari Senin (11/1/2021).