PSBB Jilid II, Akan Ada 17 Titik Pos Pencegahan Kerumunan di Kabupaten Malang

Jan 08, 2021 19:30
Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra saat ditemui awak media usai melakukan video conference di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (8/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra saat ditemui awak media usai melakukan video conference di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (8/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Terkait rencana pemerintah pusat yang akan menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Jawa-Bali, termasuk di Malang Raya, Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra akan menempatkan 17 titik pos pencegahan kerumunan masyarakat. 

"Rencananya besok kita akan rakor (rapat koordinasi, red). Kita sesuaikan dengan titik-titik yang ada. Rencananya akan siapkan sekitar 17 titik di Kabupaten Malang selama PSBB. Nantinya akan diterima audience atau ditambah sesuai dengan perlakuan-perlakuan saat PSBB dan Peraturan Mendagri nomor 1 tahun 2021," ungkapnya kepada awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (8/1/2021). 

Baca Juga : 2021, Mega Proyek Tol Malang-Kepanjen Segera Digarap

Perwira menengah dengan dua melati di pundaknya ini juga mengatakan, bahwa terkait penempatan 17 titik pos untuk pencegahan kerumunan ini akan disampaikan pada saat rakor yang akan digelar pada hari Sabtu (9/1/2021) besok. 

"Besok (untuk teknisnya, red) kita sebutkan saat rakor. Yang jelas bertujuan untuk meminimalisir terjadi kerumunan masyarakat," ujarnya. 

Lebih lanjut, Yusub yang juga bertindak sebagai Komandan Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Malang menuturkan, bahwa penempatan 17 titik pos tersebut akan berfokus pada tempat-tempat yang diproyeksikan menjadi tempat berkerumunnya masyarakat. 

"Itu yang jelas titik-titik keramaian yang kita anggap sebagai persinggahan masyarakat. Dan kira-kira menjadi tempat kerumunan. Kita hindari kerumunannya," imbuhnya. 

Namun, ketika disinggung perbedaan PSBB Malang Raya pada tahun 2020 dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) 2021, Yusub pun lebih memilih menyampaikan terkait teknisnya usai terdapat pembahasan pada saat rakor di Pendopo Agung Kabupaten Malang. 

Baca Juga : PSBB Bakal Diterapkan, Pemkab Malang Segera Lakukan Rakor Kesiapan

"Intinya kita sesuaikan dengan Peraturan Mendagri Nomor 1 Tahun 2021. Kita nggak boleh menjabarkan sesuai dengan kesepakatan kita di Malang Raya. Kita harus ikut instruksi dari pusat. Nanti kalau beda jam, misalnya dari jam 19.00 WIB diubah jadi 21.00 WIB, apabila terjadi sesuatu itu sudah lain akibatnya. Jadi kita harus mematuhi (instruksi pusat, red)," jelasnya. 

Upaya-upaya ini nantinya juga sebagai tahapan pencegahan agar Covid-19 tidak semakin mewabah di wilayah Malang Raya, khususnya di Kabupaten Malang. Tentunya tidak lupa, Yusub juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dari berbagai elemen agar terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan 4M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. 

"Masyarakat juga harus tahu bahwa kita punya slogan baru yakni 3J. Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga negara. Tadi juga sudah disampaikan jangan sampai kita tidak mematuhi prokes (protokol kesehatan, red) yang sudah dilaksanakan oleh negara," pungkasnya.

Topik
Dandim 0818 Malangppkm kabupaten malangpos pencegahan kerumunanberita kabupaten malangpsbb jilid dua

Berita Lainnya

Berita

Terbaru