Situs Bedander Jombang Diyakini Tempat Persembunyian Raja Jayanegara

Jan 09, 2021 10:28
Tangga masuk berupa struktur bata kuno di lokasi situs Bedander. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Tangga masuk berupa struktur bata kuno di lokasi situs Bedander. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

MALANGTIMES - JOMBANGTIMES - Situs Bedander di Kabupaten Jombang kental akan cerita raja Majapahit. Salah satu yang terkenal adalah kisah persembunyian Raja Jayanegara saat terjadi pemberontakan di Kerajaan Majapahit.

Situs Bedander ini berlokasi di perbukitan Jladri, Dusun Bedander, Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh. Lokasi ini perbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan.

Baca Juga : Lima Benda ini Berasal Dari Surga, Ada yang Ditemukan di Indonesia

Untuk mencapai lokasi ini, dibutuhkan perjalanan kaki dengan menyusuri persawahan dan area hutan dengan jarak sekitar satu kilometer. Jalanan setapak dan berbatu tidak memungkinkan kendaraan bermotor untuk mencapai lokasi tersebut.

Lokasi situs berada di perbukitan, atau orang setempat menyebutnya Bukit Jladari (Jaladri). Karena itu, situs Bedander juga kerap disebut situs Jladri. Memasuki lokasi situs, dibutuhkan tenaga ekstra karena medan yang menanjak dengan ketinggian sekitar 65 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Awal masuk lokasi situs, akan disambut dengan struktur bangunan yang menyerupai gapura. Bangunan tersebut berupa batu andesit berbentuk lonjong, yang diletakkan di sisi kiri dan kanan jalan tangga berbatu. Lokasi ini herupa hamparan tanah lapang yang dikelilingi rimbunan pepohonan tua yang cukup besar.

Di bawah pohon terdapat struktur bata merah kuno yang membentuk persegi, seperti pondasi rumah. Luas struktur diperkirakan seluas 30 meter persegi. Di bagian depan bangunan, terdapat tiga anak tangga dari bata merah. 

Di pintu masuk berukuran sekitar satu meter itu, juga terdapat struktur gapura kecil di sisi kiri dan kanan anak tangga. Atas gapura dilengkapi dengan dua buah patung arca. Tangga tersebut berfungsi sebagai pintu masuk menuju bangunan utama kompleks situs.

Di tengah bangunan tersebut, terdapat 4 bangunan atau cungkup. Di dalamnya terdapat sejumlah makam kuno, yang nisannya masing-masing ditutupi kain putih.

Budayawan setempat Dian Sukarno menyebut, situs Bedander diyakini sebagai tempat persembunyian raja kedua Majapahit, yaitu Raja Jayanegara. Struktur bangunan purbakala yang ada di lokasi itu merupakan sisa struktur bangunan pemukiman Jayanegara.

Saat itu, Jayanegara lari ke wilayah Bedander untuk bersembunyi ketika terjadi pemberontakan di keraton Majapahit sekitat tahun 1319 Masehi. "Itu adalah tempat persembunyian Prabu Jayanegara, raja kedua Majapahit ketika terjadi pemberontakan oleh Ra Kuti. Gajah Mada sebagai pengawal raja, bersama 15 pasukan membawa raja bersembunyi di Bedander," terangnya kepada wartawan, Jumat (08/09).

Keberadaan situs Bedander sebagai tempat persembunyian Raja Jayanegara sempat menjadi perdebatan di kalangan budayawan maupun ahli dari kalangan arkeolog. Pasalnya, situs Bedander juga ditemukan di wilayah Bojonegoro, tepatnya di Kecamatan Dander.

Dian masih meyakini situs Bedander di Dusun Bedander, Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, merupakan tempat di mana Jayanegara menyembunyikan diri semasa kerajaannya terjadi pemberontakan. Hal itu diyakini atas dasar cerita turur dan sejumlah peninggalan arkeologi di lokasi Bukit Jladri, Desa Sumbergondang.

Baca Juga : Keraton Kartasura, Istana Kerajaan Mataram Islam yang Runtuh Akibat Pemberontakan

"Kalau Bedander Jladri itu berdasarkan etnografi atau cerita rakyat itu ada, dari etnoarkeologi itu juga ada. Kemudian ada peninggalan situs-situsnya, seperti pager banon itu juga masih ada. Sementara di Bedander, Bojonegoro, tidak ada seperti itu. Saya menduga di Bojonegoro itu tempat industri alutsistanya Majapahit di era Mpu Nala," kata Dian.

Keterangan itu juga diperkuat oleh arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho. Ia mengatakan bahwa kisah Raja Jayanegara bersembunyi di Bedander tercatat dalam Kitab Pararaton.

Sekitar tahun 1319 Masehi, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti terhadap Kerajaan Majapahit yang waktu itu dipimpin oleh Raja Jayanegara. Ra Kuti merupakan seorang Dharmaputra atau pejabat kerajaan.

"Situs Bedander itu kaitannya dengan nama Bedander. Itu pernah menjadi tempat pelariannya Raja Jayanegara saat keratonnya diserang. Dan yang menyelamatkan itu adalah pasukan Bhayangkara yang diketuai Gajah Mada," ujarnya.

Dikatakan Wicaksono, situs Bedander di Jombang pernah diteliti oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sekitar tahun 2008. Penelitian itu menemukan bekas-bekas pemukiman di lokasi yang diyakini tempat Raja Jayanegara bersembunyi.

Di lokasi juga ditemukan sejumlah benda purbakala berupa umpak, struktur bangunan dari bata maerah kuno, hingga fragmen porselen dari masa  Dinasti Song hingga Dinasti Yuan di China.

"Yang jelas itu ada bekas-bekas pemukiman, ada umpak ada struktur. Mungkin di situ dulu ada pemukiman, entah itu perkampungan begitu ya. Tapi Bedander itu kalau benar lebih ke seperti kedaton kecil dari penguasa daerah situ. Cuma belum dieksplor lagi sih," kata Wicaksono.

 

Topik
Situs Bedander JombangRaja Jayanegaraberita jombang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru