MALANGTIMES - Bupati Malang Sanusi sedang menunggu jadwal kedatangan vaksin Covid-19. Karena hingga saat ini pihaknya belum tahu jadwal pastinya pendistribusian vaksin tersebut. Selain menunggu jadwal kedatangan vaksin, pihaknya juga sedang menunggu jadwal pelaksanaan pelatihan petugas vaksin Covid-19.
"Vaksin sudah datang (di Surabaya, red). Tapi di Kabupaten Malang belum datang. Kita masih menunggu," ungkap Sanusi ketika ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (8/1/2021).
Politikus PDI Perjuangan ini juga mengungkapkan bahwa untuk vaksinasi dibutuhkan tenaga yang bernama vaksinator. Untuk vaksinatornya sendiri, Sanusi masih menunggu pelatihan yang dijadwalkan akan dilakukan pada akhir Bulan Januari 2021.
"Yang tukang vaksin (vaksinator, red) itu belum dilatih. Jadi nunggu pelatihan dulu. Untuk pelatihannya dilakukan tanggal 17-20 Januari secara vidcon. Kalau vaksinator 30 januari selesai (pelatihan, red), ya awal Bulan Februari (vaksinasi, red)," jelas orang nomor satu di Kabupaten Malang ini.
Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo mengatakan bahwa untuk tahapan-tahapan persiapan vaksinasi, pihaknya telah mempersiapkan fasilitas kesehatan yang akan digunakan untuk melakukan vaksinasi.
"Kita sampaikan, (faskes, red) sudah siap 52 titik. Terdiri dari 39 puskesmas, 12 Rumah Sakit dan satu kantor kesehatan pelabuhan seperti Abdul Rachman Saleh," ungkap mantan Direktur RSUD Lawang ini.
Lanjut Arbani, untuk persiapan proses vaksinasi sendiri dari pihak Pemerintah Kabupaten Malang akan melakukan simulasi-simulasi yang akan dilakukan para vaksinator. "Untuk di tingkat kabupaten/kota kita akan coba simulasi, cara-cara vaksinasi seperti petunjuk yang ada. Ada 4 meja yakni registrasi, verifikasi data kesehatan yang bersangkutan, imunisasi dan observasi pasca imunisasi yaitu 30 menit setelah diimunisasi," jelasnya.
Sementara itu, Arbani juga menyebutkan bahwa di tahap awal proses vaksinasi, akan diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Malang sebanyak 5.270 tenaga kesehatan.
"10.556 (vaksin, red) untuk 5.270 tenaga kesehatan. Jadi itu yang tahap awal diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Saat ini (vaksin, red) Belum datang, tapi alokasi yang pertama 10.556 (vaksin,red) untuk nakes single dosis tapi diberikan dua kali," bebernya.
Lebih lanjut, terkait perkembangan vaksin Sinovac yang akan diberikan kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Malang yang rencananya juga akan diberikan kepada masyarakat Kabupaten Malang, Arbani belum mengetahui vaksin Sinovac merek apa yang akan digunakan di Kabupaten Malang.
"Untuk Sinovac kita belum tahu itu pakai merek yang mana. Karena ada enam merek yang diapkai Pemerintah Indonesia. Untuk Kabupaten Malang kita belum tahu. Semua masih dalam tahap uji klinis," terangnya.
Lanjut Arbani bahwa untuk tahap uji klinisnya sendiri akan dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan yang telah berpengalaman dalam bidangnya di Pemerintah Pusat. "Untuk masalah vaksin, uji klinisnya dilakukan oleh expertnya yaitu di UNPAD (Universitas Padjajaran, red) oleh pemerintah pusat yang melakukan," tutupnya.
