PSBB Jawa-Bali, Pariwisata Kota Batu Tetap Buka

Jan 07, 2021 15:02
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak saat berkunjung ke Jawa Timur Park 3 beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak saat berkunjung ke Jawa Timur Park 3 beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bagaimana pariwisata Kota Batu saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah Jawa-Bali diberlakukan mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021 mendatang?

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berencana segera melakukan sosialisasi terhadap pengelola tempat pariwisata. “Seperti biasa kami akan bersurat kepada seluruh jajaran, termasuk pelaku-pelaku usaha baik restoran hotel maupun pariwisata,” ucapnya usai rakor persiapan PSBB oleh tiga daerah Malang Raya.

Baca Juga : Semarak “WHITE PARTY” di Malam Tahun Baru Kontena Hotel Batu

Selain sosialisasi kepada tempat wisata, restoran, hotel, dan pelaku usaha, Pemkot Batu juga akan memanfaatkan fasilitas seperti videotron yang ada di beberapa titik Kota Batu. “Seperti biasa, juga bekerja sama dengan polres dan TNI, masif sampai tingkat babinsa,” jelas istri Eddy Rumpoko ini.

Menurut Dewanti, meskipun Pemkot Batu melakukan sosialisasi terkait PSBB, pariwisata di Kota Batu tidak ada yang ditutup.  Tetapi di semua tempat wisata, dilakukan pembatasan dan penerapan protokol kesehatam ketat 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak). 

“Tidak ditutup. Kan ada pembatasan. Perlu diketahui, sekarang pun itu sudah dibatasi 50 persen sesuai dengan protokol kesehatan,” tambahnya .

Dewanti mencontohkan, saat diberlakukannya pembatasan, jumlah kunjungan seperti di Taman Rekreasi Selecta setengah dari kapasitas. Jika biasanya kapasitas pengunjung 10 ribu hingga 12 ribu, kini menjadi 5 ribu.

Meski demikian, kuota tersebut belum tentu  terpenuhi. “Yang datang alhamdulillah. Meskipun kuota 50 persen, tadi tidak terpenuhi dalam situasi kondisi pandemi sampai sekarang. Insya Allah tempat wisata tidak mengkhawatirkan,” terang politisi PDIP ini.

Dwwanti mengakui memang  PSBB selama dua pekan pasti akan berdampak pada perekonomian. Meski demikian, Dewanti tetap mementingkan keselamatan warga Kota Batu. 

Baca Juga : Wisatawan Sepi, Jatim Park: Pengunjung Tak Perlu Tunjukan Keterangan Rapid Test

“Ya apa pun kita harus mementingkan keselamatan masyarakat. Tentu saja akan berdampak dari segi pendapatan ekonomi. Tetapi itu kan tidak lama. Hanya dua minggu. Itu yang kami minta pengertian,”  tutupnya.

PSBB di sejumlah wilayah Jawa-Bali yang bakal diberlakukan mulai  11 sampai 25 Januari 2021 dimaksudkan sebagai langkah menekan penularan covid-19. Di Jawa Timur, dua wilayah yang masuk PSBB adalah Surabaya dan Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu).

 

 

Topik
pariwisata kota batuPembatasan Sosial Berskala Besarpsbb jawa baliWali Kota Batu Dewanti RumpokoPemerintahan Kota Batu
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru