MALANGTIMES - Meski diperkirakan baru akan rampung pada pertengahan Mei 2021 mendatang. Namun, Bupati Malang Sanusi sudah mempersiapkan nama khusus saat meresmikan Jembatan Jurang Mayit, yang terletak di Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
”Jembatan jurang mayit itu sudah selesai. Saat ini tinggal finishing. Nanti kita namakan jadi Jembatan Pelangi,” ungkap orang nomor satu dijajaran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Malang ini.
Baca Juga : Tiba di Surabaya, Pemkab Malang Siapkan Cold Storage untuk Penyimpanan Vaksin Covid-19
Dikatakan masih dalam tahap finishing, lantaran masih perlu beberapa penambahan fasilitas penunjang. Meski saat ini sejatinya sudah bisa dilalui.
Salah satu fasilitas yang dimaksud meliputi fasilitas keamanan berupa tambahan pagar pembatas di sisi samping kanan dan kiri jembatan.
”Saya minta itu untuk pagar pengamananya ditambah, supaya nanti tidak membahayakan orang yang jalan kaki,” ungkap salah satu kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Nantinya, jembatan yang diusulkan berganti nama jadi Jembatan Pelangi tersebut, juga akan diperuntukkan guna menunjang akses jalan penghubung antara Malang-Blitar. Yakni pada mega proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) yang saat ini masih terus dikebut pengerjaannya.
”Nanti JLS sudah sampai ke perbatasan Blitar. Sehingga nanti Malang-Blitar sudah connect (terhubung, red),” timpal Sanusi yang juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang ini.
Meski bakal saling berkesinambungan, namun kedua mega proyek tersebut, yakni Jembatan Jurang Mayit dan akses jalan pada JLS diperkirakan tidak rampung secara bersamaan.
Baca Juga : Cegah Gratifikasi, Dispendik Kabupaten Malang Beri Pengarahan 255 CPNS
”Kalau jembatan nanti di pertengahan bulan Mei (2021), itu sudah saya resmikan. (Sedangkan JLS) saya berharap ini bisa cepat selesai, dan dari pihak pelaksana itu menyampaikan bahwa diakhir tahun 2021 sudah jadi,” tuturnya.
Dengan adanya JLS dan Jembatan Jurang Mayit tersebut, pejabat publik yang akrab disapa Abah Sanusi ini berharap bisa mendongkrak sektor perekonomian masyarakat. Utamanya di sektor yang berkaitan dengan bidang pariwisata.
”Sehingga nanti dari Malang sudah tidak ada hambatan. Bus besar-pun sudah bisa nanti untuk sampai ke (Pantai) Balekambang dan sekitarnya,” tukas politisi yang juga pernah menimba ilmu di pondok pesantren Raudlatul Ulum ini.
