Polemik Penghapusan Rekrutmen Guru CPNS 2021, Nadiem Makarim Beri Klarifikasi

Jan 06, 2021 09:47
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Foto: Tempo)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Foto: Tempo)

MALANGTIMES - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim akhirnya angkat bicara soal kebijakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menghentikan lowongan formasi guru dalam CPNS 2021.  

Hal itu tentunya menjadi sorotan masyarakat, terlebih bagi calon guru yang berharap bisa menjadi PNS.  

Baca Juga : Presiden Jokowi dan Mendikbud Orasi Ilmiah di Rapat Senat Terbuka UB ke-58

Terkait hal ini, Nadiem mengakui jika pada rekrutmen tahun 2021 pemerintah hanya fokus mengrekrut satu juta guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).  

Hal ini sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan guru di banyak daerah.  

Kendati demikian, Nadiem memastikan rekrutmen CPNS untuk guru akan tetap ada meski belum tahu kapan akan kembali dibuka.  

"Saya koreksi mispersepsi di media bahwa tidak ada lagi formasi CPNS guru, ini salah dan tidak pernah menjadi kebijakan Kemendikbud," kata Nadiem.

Nadiem lantas mendorong agar para guru honorer dan peserta lulusan Pendidikan Profesi Guru untuk melamar lewat jalur PPPK di tahun 2021 ini.  

Mantan CEO Gojek ini pun menjanjikan kinerja guru PPPK yang baik nanti bisa menjadi pertimbangan saat melamar CPNS.

"Kami terus memperjuangkan agar para guru mendapat kesempatan memperjelas status dan meningkatkan kesejahteraannya," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.

Bima mengatakan untuk sementara BKN akan menghentikan rekrutmen guru CPNS 2021.  

"Tahun ini kebutuhan mendesak pengangkatan PPPK dalam jabatan guru ini disebabkan terjadinya kekosongan guru di banyak daerah," kata Bima.

Baca Juga : Kaleidoskop Pendidikan 2020: Inovasi dan Prestasi Gemilang Unikama untuk Negeri

Diketahui keputusan ini pun mendapat kritikan dari berbagai pihak.  

Salah satunya datang dari Koordinator Pusat Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim.  

Satriawan menilai jika rencana tersebut berpotensi menyalahi aturan undang-undang.  

Pasalnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil negara (ASN) mengatur dua jenis pegawai ASN yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kritikan juga datang dari PBNU melalui Lembaga Pendidikan Ma'arif, Arifin Junaidi.

Ia mempertanyakan terkait kebijakan pemerintag yang menghapus rekrutmen guru di CPNS 2021.  

"Jangan hanya direkrut sebagai PPPK dong. Apa salahnya guru jadi PNS," kata Arifin seperti dilansir dari NU Online.

 

Topik
Nadiem Makarimrekrutmen guru cpns 2021kebijakan rekrutmen cpns guru 2021cpns 2021

Berita Lainnya

Berita

Terbaru