Presiden Jokowi dan Mendikbud Orasi Ilmiah di Rapat Senat Terbuka UB ke-58

Jan 05, 2021 12:55
Rapat Senat Terbuka UB ke-58 yang digelar secara daring (istimewa)
Rapat Senat Terbuka UB ke-58 yang digelar secara daring (istimewa)

MALANGTIMES - Universitas Brawijaya (UB) Malang menggelar rapat terbuka senat ke-58, Selasa (5/1/2021). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh dosen dan tenaga pendidik di lingkungan UB. 

Tak hanya itu, dalam kegiatan ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim turut serta bergabung. Keduanya memberikan orasi ilmiah dan mengucapkan selamat kepada seluruh civitas UB.

Baca Juga : Tim Fotokatalis UIN Malang Berprestasi dari Inovasi Kurangi Limbah Zat Warna

 

Dalam penyampaiannya, Jokowi menekankan jika Indonesia menunggu produk Iptek unggul dari UB untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saat ini, kehidupan perekonomian sudah mulai sedikit bangkit dan akan terus bangkit. Ini ditandai dengan semakin banyaknya investasi di awal tahun 2021. Investasi yang masuk akan meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan kerja, serta membawa kemajuan perekonomian Indonesia di tengah persaingan global yang sangat ketat.

Dengan demikian, untuk memiliki daya saing tersebut, membutuhkan kesiapan di berbagai bidang. Terutama dalam pengembangan talenta unggul Indonesia berkarakter kebangsaan yang kuat dan selalu inovatif, kompetitif serta mampu memenangkan kompetisi dunia yang penuh dengan destruksi dan ketidakpastian.

"Civitas akademika Universitas Brawijaya yang saya hormati. Saya yakin bahwa pendidikan tinggi adalah organisasi yang paling sempurna sebagai rujukan reformasi inovasi dan juga sebuah kata kunci. Oleh sebab itu, janganlah kita terjebak dalam rutinitas. Cara-cara baru harus kita kembangkan. Keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan. Kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan. Pendidikan harus dilakukan dengan cara-cara baru," jelas Jokowi dalam paparannya secara daring dalam Rapat Senat Terbuka UB ke-58.

"Saya memperoleh laporan bahwa selama Covid-19 ini, total paten yang diajukan oleh para inventor UB sebanyak 132 paten. Tertinggi di Indonesia dalam kategori universitas. Namun saya berharap, kita tidak berhenti pada jumlah paten dan harus dilanjutkan dengan jalinan kerjasama untuk memperkuat hilirisasi hasil-hasil riset dan inovasi melalui kolaborasi antara universitas dengan dunia industri untuk kemajuan bangsa," tambahnya.

Lanjutnya, mahasiswa sendiri harus difasilitasi agar bisa belajar kepada berbagai pihak. Baik itu pelaku usaha industri, wirausahawan, para praktisi dan berbagai pihak lainnya. Di situ juga harus terjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak. Selain untuk memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa, juga bisa bekerja sama untuk sebuah penelitian dan pengembangan teknologi dalam dunia industri.

"Dan ini pesan yang terus-menerus saya sampaikan. Pendidikan tinggi harus membangun karakter generasi muda dengan jiwa kebangsaan yang kokoh. Memegang teguh Pancasila, menghargai kebhinekaan dalam persaudaraan dan persatuan, berintegritas tinggi, anti korupsi serta penuh toleransi. Universitas Brawijaya mampu memberikan kontribusi besar bagi Indonesia yang kita cita-citakan. Selamat ulang tahun ke-58, semoga UB tetap menjadi tempat untuk membangun kemuliaan masa depan. Terima kasih," ungkap Jokowi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menambahkan usai penyampaian Jokowi. Nadiem mengatakan, jika Indonesia memerlukan SDM seperti para lulusan universitas yang tidak hanya bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Untuk menghasilkan lulusan yang unggul di perguruan tinggi, lanjutanya, harus berani mendeskripsi dirinya lebih adaptif, fleksibel dan berorientasi ke masa depan. Cara terbaik untuk bisa memastikan itu adalah memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja ketika masih menjadi mahasiswa. Sehingga mampu memecahkan permasalahan industri dan terbiasa dengan berbagai macam pola kerja.

"UB ini menjadi rumah bagi puluhan ribu sarjana, master dan doktor yang telah banyak suskes. Dan lulusannya memberikan kontribusi luar biasa," jelasnya.

Kepada para para dosen, pihaknya juga berharap agar mereka bisa diberikan kesempatan untuk menggali pengalaman di luar kampus. Hal itu diharapkan bisa membawa ilmu-ilmu mutakhir ke dalam kampus. 

Baca Juga : Profesor UB: Pilkada Membahayakan Keberlangsungan NKRI

 

"Kita juga ingin semakin banyak praktisi yang mengajar di kampus, dan itulah dasar Merdeka Belajar Kampus Merdeka," katanya.

Sementara itu, dalam Rapat Senat Terbuka ke-58 UB, Rektor UB Prof.Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR, MS juga menyampaikan tentang hasil capaian selama 2020. Capaian tersebut antara lain pada bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian, kemahasiswaan, keuangan, kerjasama, inovasi UB, serta reputasi nasional dan internasional.

Pada bidang akademik, UB mengalami perkembangan yang cukup signifikan untuk akreditasi program studi. Tercatat, di tahun 2020, jumlah program studi UB yang meraih akreditasi A mencapai 105. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun 2019 dan 2018 yang masing-masing mencapai 97 dan 82 prodi terakreditasi A. 

Selain itu, jumlah penelitian UB tahun 2020 juga meningkat. "Termasuk juga jumlah publikasi dosen pada jurnal internasional di tahun 2020 mencapai 1.404. Jumlah ini sama dengan publikasi dosen pada Scopus. Sementara di bidang kemahasiswaan, prestasi cemerlang didapat pada kompetisi PIMNAS yang berhasil menempatkan UB pada posisi ke-2 setelah di tahun 2019 berada di posisi ke-6," pungkasnya.

 

 

 

Topik
Presiden JokowiMendikbud Nadiem Makarimrapat senat terbuka ub malangUB MalangRektor UB MalangBerita Pendidikan Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru