Fasyankes yang Buka Vaksinasi Harus Penuhi Tiga Syarat Ini

Jan 05, 2021 19:58
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sri Winarni. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sri Winarni. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pelaksanaan vaksinasi di Indonesia sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 bakal dimulai 13 Januari 2021 mendatang. Di hari pertama tersebut, nantinya jajaran pejabat petinggi negara pemerintah pusat akan mengawali proses vaksinasi.

Selanjutnya, setiap provinsi akan dimulai menjalankan vaksinasi mulai 14 dan 15 Januari 2021 mendatang. Setidaknya, di Jawa Timur ada kurang lebih 77 ribu vaksin sinovac yang telah diterima untuk segera didistribusikan ke seluruh wilayah di Jawa Timur, termasuk di Kota Malang.

Baca Juga : Vaksinasi Mulai 13 Januari, Daerah Diminta Antisipasi Rush

Meski belum diketahui berapa jumlah pasti yang diterima di tahap awal vaksin Covid-19, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menyiapkan segala sarana prasarananya. Salah satunya, kesiapan bagi Fasyankes (Fasilitas Layanan Kesehatan) yang akan memberikan pelayanan vaksinasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sri Winarni mengungkapkan saat ini proses inventarisasi dilakukan ulang guna memastikan kondisi Fasyankes yang dinilai layak untuk memberikan layanan vaksinasi.

Baik Rumah Sakit, Puskesmas, ataupun Fasyankes lainnya, harus memenuhi tiga syarat utama. "Kita tengah menginventarisasi Fasyankes yang akan melaksanakan vaksinasi. Yaitu, rumah sakit, klinik, puskesmas. Karena yang bisa melakukan vaksinasi itu harus memenuhi tiga syarat," ujarnya, Selasa (5/1/2021).

Tiga syarat tersebut, yakni pertama tersedianya tenaga pelaksana vaksinasi. Dalam hal ini adalah petugas medis yang telah dipilih dan telah menjalani pelatihan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kedua, tersedianya sarana untuk penyimpanan vaksin Covid-19 sesuai standar kesehatan. Yaitu, diharuskan disimpan di tempat dengan kisaran suhu 2 hingga 8 derajat celcius, agar tetap terjaga kualitasnya.

"Sarana untuk penyimpanan itu harus dingin, Cold chain. Itu terdiri dari lemari es dan freezer untuk menyimpan vaksin, dan termos (vaksin carrier), harus sesuai standar," jelasnya.

Ketiga, Fasyankes yang akan menghadirkan layanan vaksinasi juga harus memiliki izin operasional yang dikeluarkan pemerintah. "Izin operasional ini dikeluarkan oleh Kemenkes secara berjenjang sampai dengan Pemerintah Daerah (Pemda)," terangnya.

Baca Juga : Usai Lakukan Micro Planning, Dinkes Kabupaten Malang Pilih 52 Faskes untuk Tempat Vaksinasi

Sementara itu, bagi penerima vaksin juga tidak serta merta akan diberikan serentak. Melainkan secara bertahap dengan dilakukan kepada kategori prioritas. Seperti, tenaga kesehatan (Nakes), TNI/Polri, petugas pelayanan publik, masyarakat yang rentan atau dalam kondisi terjangkit Covid-19 atau pasien kontak erat, baru nanti kepada masyarakat umum lainnya.

Untuk di Kota Malang, prioritas Nakes saat ini masih dilakukan Updating data. Sebelumnya Dinkes Kota Malang mencatat sudah ada 1.034 Nakes yang dipastikan mendapat vaksin dari pemerintah pusat. Rinciannya, Nakes dari RSUD sejumlah 202 dan dari 16 Puskesmas sejumlah 832.

Namun, jumlah tersebut saat ini masih dilakukan Updating data lebih lanjut. Karena di tingkat pusat, para Nakes mendapatkan notifikasi pemberitahuan ke nomor masing-masing. Yang isinya menjelaskan bahwa nakes tersebut terpilih untuk mendapatkan vaksin di tahap awal.

"Kalau di Kota Malang, kita juga sedang updating data jadi prosesnya itu adalah langsung. Masing-masing Fasyankes diberi kemudahan untuk meng-Update data nakes beserta penunjang lainnya ke aplikasi sistem informasi sumber daya manusia kesehatan Kemenkes," tambahnya.

Topik
Covid 19Vaksinasi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru