Usai Lakukan Micro Planning, Dinkes Kabupaten Malang Pilih 52 Faskes untuk Tempat Vaksinasi

Jan 03, 2021 15:33
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Dok. JatimTimes) 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan telah melakukan micro planning untuk memilih beberapa fasilitas kesehatan (faskes) yang memadai untuk digunakan sebagai tempat vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat Kabupaten Malang. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan micro planning dan telah memilih 52 faskes yang memadai untuk digunakan sebagai tempat vaksinasi Covid-19. 

"Kami sudah melakukan micro planning. Dari situlah, kemudian dipilih 52 faskes sebagai tempat pemberian vaksin. 52 faskes tersebut terdiri dari 39 puskesmas, 1 kantor kesehatan pelabuhan dan 12 rumah sakit," ungkap pria yang juga berprofesi sebagai dokter gigi ini. 

Lanjut Arbani bahwa tahapan micro planning sendiri untuk menentukan titik lokasi. Selanjutnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang melakukan tahapan survei terhadap 52 faskes sebelum benar-benar dipilih menjadi tempat vaksinasi Covid-19. 

"Pertama adalah vaksinator atau SDM (Sumber Daya Manusia, red). Kedua adalah ruangan untuk pemberian vaksin, dan ketiga adalah cool storage (ruang penyimpanan, red)," jelasnya. 

Berdasarkan hasil survei melalui tiga tahapan tersebut, 52 faskes dinyatakan sudah siap menjalankan proses vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat Kabupaten Malang. 

Sementara itu, terkait penyediaan vaksinator atau SDM yang akan melakukan vaksinasi di setiap faskes jumlahnya beragam. Arbani mengatakan untuk puskesmas disediakan vaksinator berjumlah satu sampai dua orang. Sedangkan untuk rumah sakit disediakan dua sampai lima orang. 

"Para vaksinator tersebut sudah mengikuti pelatihan dan siap menjadi eksekutor dalam pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat Kabupaten Malang," ujarnya. 

Lanjut Arbani bahwa untuk waktu pemberian vaksin Covid-19, setiap faskes memiliki waktu pelayanan yang beragam. Mulai yang hanya satu kali dalam seminggu, dua kali seminggu, tiga kali seminggu, empat kali seminggu, hingga enam kali dalam seminggu.  

Sementara itu, Arbani menegaskan bahwa pemberian vaksin Covid-19 tidak berbayar alias gratis dan akan diprioritaskan pemberiannya kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes), yang selama ini telah berjuang menangani para pasien Covid-19. 

"Sesuai instruksi pusat, prioritas pertama yang mendapatkan vaksin adalah tenaga kesehatan. Dari data kami di Kabupaten Malang ada 5.278 tenaga kesehatan, baik yang berstatus ASN (aparatur sipil negara, red) maupun Non-ASN," kata mantan Direktur RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Lawang ini. 

Lebih lanjut Arbani juga menuturkan bahwa para nakes akan menerima vaksin dua kali dalam 14 hari. Setelah diberikan kepada para nakes, vaksin selanjutnya akan diberikan kepada jajaran anggota TNI-Polri, petugas pelayanan publik dan baru diberikan kepada masyarakat umum.

Topik
Vaksin Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru