Tim Fotokatalis UIN Malang Berprestasi dari Inovasi Kurangi Limbah Zat Warna

Dec 29, 2020 11:26
Tim Fotokatalis UIN Malang dari Jurusan Kimia yang berprestasi nasional. (Foto: istimewa)
Tim Fotokatalis UIN Malang dari Jurusan Kimia yang berprestasi nasional. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional semakin kompetitif di kancah global karena telah memiliki daya saing tinggi. Bahkan pada  2019, industri tekstil dan pakaian merupakan sektor manufaktur yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi sebesar 15,08 persen.

Namun, industri tekstil mempunyai potensi tinggi sebagai penyebab pencemaran air. Limbah zat warna jika tidak diolah dengan baik juga dapat menyebabkan karsinogenik (penyebab kanker) dan mutagenik (menyebabkan mutasi gen).

Baca Juga : UGM Buat Alat Deteksi Covid-19 Jauh Lebih Murah dan Cepat Lewat Embusan Napas

Mengatasi permasalahan ini, Tim Fotokatalis Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Malik)  Malang mengusung tema pemanfaat semikonduktor TiO2 yang termodifikasi untuk pengolahan limbah zat warna tekstil dalam karya ilmiah. Tim Fotokatalis ini berasal dari Jurusan Kimia yang terdiri atas Dewi Rohmatul Ilmi dan Amalia Firdaus Izky Rahmawati.

"TiO2 yang termodifikasi nitrogen dan diembankan ke dalam zeolit disintesis menggunakan metode sonikasi dan imregnasi sehingga menjadi material TiO2-N/zeolit. Material tersebut akan diuji aktivitas untuk mendegradasi zat warna methyl orange," beber Dewi mewakili tim.

Material fotokatalis TiO2-N/zeolit jika disinari menggunakan sinar UV atau visible (matahari), akan menghasilkan radikal hidroksil (OH·). Radikal tersebut merupakan agen pengoksidasi yang sangat kuat (1 – 3,5 V) yang mampu menguraikan senyawa organik yang terkadung di dalam limbah zat warna dapat berkurang.

"Berdasarkan hasil penelitian TiO2 yang termodifikasi dapat mengurangi konsentrasi methyl orange," timpalnya. "Dengan adanya pengurangan konsentrasi mengindikasikan bahwa material fotokatalis TiO2-N/zeolit efektif dijadikan material pengolahan limbah," sambungnya.

Inovasi tersebut dia harapkan dapat diimplementasikan di Indonesia sebagai upaya pengurangan limbah zat warna yang berbahaya agar menjadi limbah yang aman jika dibuang di lingkungan.

Baca Juga : Keren! Mahasiswa UIN Malang Sodorkan Inovasi TiO2-N/zeolit untuk Solusi Limbah Zat Warna

Mengusung inovasi itu, mereka mendapatkan juara 3 dalam lomba penulisan karya tulis ilmiah mahasiswa nasional dalam Sahid Nutrion Science Competition 2020 (SNSC 2020). Perlombaan tersebut diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Gizi Universitas Sahid Jakarta setiap tahun. 

 

Topik
Industri tekstilpertumbuhan industri tekstil dan produk tekstilsektor manufakturTim Fotokatalis Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru