Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Antisipasi lonjakan kasus covid-19 pasca-libur panjang Natal dan tahun baru (Nataru) menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pasalnya, sejak Desember 2020 lalu hingga saat ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 terus meningkat.

Kekhawatiran itu disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji, Senin (4/1/2021). "Jadi, sekarang memang fluktuasinya semakin hari semakin naik (kasus covid-19 di Kota Malang). Maka ini menjadi kewaspadaan di antara kita semua," ujarnya.

Baca Juga : Awal Tahun, Kasus Konfirm Covid-19 Kota Batu: 7 Positif dan 7 Sembuh

Karena itu, pemkot akan mengupayakan beberapa hal guna mengantisipasi penambahan kasus saat ini. Apalagi, menurut Sutiaji, berdasarkan laporan dari ahli epidemiologi, kasus covid-19 masih belum mencapai puncak. Artinya, dimungkinkan akan terjadi lagi lonjakan yang lebih banyak daripada hari-hari sebelumnya.

"Situasi kami masih tinggi karena ini kan belum puncaknya (penularan covid-19).  Epidemiologi menyampaikan bahwa hari ini belum puncak-puncaknya," imbuhnya.

Salah satu fokus yang tengah digagas Pemkot Malang untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 pasca-libur Nataru, yakni dengan melakukan relaksasi RS bagi pasien covid-19.

Relaksasi tersebut dengan mengoptimalkan fungsi dari dua rumah karantina, yakni safe house yang berada di Jl Kawi dan RS darurat covid-19 atau RS Lapangan Idjen Boulevard.

Dalam hal ini, Pemkot Malang tengah mengusahakan izin operasional dari Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) yang selama ini dijadikan sebagai safe house atau rumah isolasi yang izinnya akan habis pada Januari 2021.

Keberadaan rumah isolasi sendiri peruntukannya bagi pasien terkonfirmasi positif dengan kategori tanpa gejala, gejala ringan, dan gejala sedang. "Safe house itu sebenarnya Januari ini habis. Tapi Saya minta Pak Sek (Sekda Kota Malang Wasto) minta kepada ibu gubernur supaya diperpanjang karena kasus kita masih tinggi," ungkapnya.

Baca Juga : Kluster Perkantoran Terus Menyeruak, 22 Pegawai Dishub Kota Malang Terpapar Covid-19

Namun, apabila dimungkinkan tidak lagi ada perpanjangan, Sutiaji menyebut pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang berada di safe house akan dialihkan ke RS Lapangan Idjen Boulevard. Mengingat, kapasitas dan fasilitasi baik petugas kesehatan dan sarana prasarana penunjang lainnya di RS Lapangan Idjen Boulevard dinilai lebih mumpuni.

Seperti hari ini, total pasien yang telah masuk di RS Lapangan Idjen Boulevard sejak difungsikan pada 16 Desember 2020 lalu hingga saat ini totalnya sebanyak 212.

Dari jumlah tersebut pasien yang dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan sejumlah 136 orang. Pasien yang dirujuk ke RS covid-19 karena kondisi bergejala berat totalnya ada 12 orang, dan yang masih menjalani perawatan ada 57 orang. "Dilihat dari sini, pasien di safe house saya minta banyak digeser ke RS lapangan karena tenaga di sana lebih banyak," ucapnya.

Sebagai informasi, data dari Gugus Satgas Covid-19 hingga kemarin (3/1/2021), total pasien terkonfirmasi positif mencapai angka 3.830 orang atau tercatat ada penambahan 51 orang. Dari jumlah itu, pasien yang dinyatakan meninggal dunia ada 379, pasien sembuh sebanyak 3.110 orang, dan yang masih dalam tahap pemantauan atau perawatan tercatat 341 orang.