Tingkatkan Kemandirian dan Jiwa Kewirausahaan, Ponpes Bahrul Maghfiroh Produksi Keju Mozzarella

Jan 02, 2021 09:22
Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh, KH Prof Dr Ir Mohammad Bisri (Hendra Saputra)
Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh, KH Prof Dr Ir Mohammad Bisri (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh nampaknya tak berhenti berupaya mengembangkan kemandirian ekonomi. Setelah sebelumnya menelurkan sederet jenis usaha, ponpes ternama di Kota Malang itu kini sudah memulai bisnis terbarunya, melalui produksi unggulan keju mozzarella.

Penambahan unit usaha baru dalam mengembangkan produk makanan itu kini akan semakin memberi ciri khas pada ponpes yang diasuh oleh mantan rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Mohammad Bisri tersebut. Langkah mewujudkan pesantren mandiri dalam menjalankan operasional itu nampaknya juga patut ditiru ponpes yang ada di Jawa Timur (Jatim) dan Indonesia.

Baca Juga : Syukur Mursid (Heri Mursid) Brotosejati: Awas, Ada Developer Nakal Bermodus Syariah

Ya, karena Ponpes Bahrul Maghfiroh saat ini sudah menjalankan beberapa unit usaha yang dikelola oleh santri untuk menopang operasional setiap harinya. 

Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh, Mohammad Bisri menjelaskan hampir 20 persen kebutuhan operasional pendidikan ditopang dari hasil bisnis internal tersebut. Ia mengakui bahwa membutuhkan kesabaran dan strategi dalam mengembangkan bisnis pesantren.

Pria yang akrab disapa Bisri ini menceritakan perjalanan bisnis internal pesantren ini. Usaha pertama pesantren yang dikenal sebagai pesantren berdikari ini adalah ternak lele.

"Produk pertama kali itu budidaya lele, tapi gagal. Lalu kami didampingi oleh ahli peternakan lele, Alhamdulillah sekarang bisa lebih baik mulai pembibitan hingga pembesaran," ujar Bisri.

Usaha berikutnya adalah mengembangkan Bahrul Maghfiroh Mart (BM Mart) yang menyediakan segala kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat dan santri.

Dari usaha situ juga sempat mengalami kegagalan, akhirnya Prof Bisri memanggil ahli manajemen dan perniagaan untuk mendidik dan membuat BM Mart bisa berkembang lebih bagus.

"Sekarang sudah mulai jalan, itu memang butuh pembelajaran dan proses semuanya," kata Prof Bisri.

Setelah itu, Prof Bisri memiliki gagasan untuk menambah unit usaha. Akhirnya budidaya jamur dipilih karena relatif mudah dalam pengembangannya.

Setelah semua berhasil dan berjalan, Prof Bisri kembali memiliki pemikiran untuk membuka yang jarang dilakukan oleh Ponpes lainnya. Meski dalam penerapannya sulit dan membutuhkan tenaga ahli, namun usaha tersebut mampu berdiri dan berkembang.

Baca Juga : Buyer dan Seller Akui Kebermanfaatan Digelarnya Table Top Pariwisata Bangkit

Bisnis terbaru yang dikembangkan kini berupa produksi Keju Mozarella yang dalam penerapan pembuatannya cukup rumit dan membutuhkan ketelatenan pada prosesnya.

"Produk unggulannya keju ini. Tidak gampang ya. Tapi ini kami tidak menyebutnya unit usaha. Ini laboratorium pengelolaan Keju Mozarella," tuturnya.

Dari Keju Mozarella tersebut Prof Bisri memiliki pemikiran bahwa nantinya agar santri tidak hanya belajar dan meneliti, namun juga dapat berwirausaha. Penekanan ini dimaksudkan agar santri tidak hanya belajar teori di Ponpes, namun juga belajar mempraktikkan ilmu pengetahuan yang telah diterima.

Mantan Rektor Universitas Brawijaya itu menargetkan bisnis pesantren dapat menopang kurang lebih 50 persen operasional pesantren.

"Saya ingin hasil pengembangan ekonomi bisnis pondok bisa berkontribusi 50 persen untuk operasional,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Keju Mozarella merupakan salah satu bahan yang bisa digunakan dalam berbagai macam olahan makanan. Mulai dari makanan berat, hingga makanan ringan.

Tekstur Keju Mozarella sendiri yang lumer memang cukup digemari meski memiliki harga yang lumayan lebih mahal dari keju biasa.

Topik
Pondok Pesantren Bahrul Maghfirohpelatihan Kewirausahaankemandirian ekonomisantri mandiriKeju Mozzarellakeju mozarlla pondok pesantren bahrul maghfiroh

Berita Lainnya

Berita

Terbaru