Disparbud Kabupaten Malang Bakal Gencarkan Promosi Ketika Wisata Kembali Dibuka

Dec 26, 2020 17:54
Bupati Malang Sanusi saat meninjau salah satu potensi wisata yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)
Bupati Malang Sanusi saat meninjau salah satu potensi wisata yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah mempersiapkan sejumlah opsi untuk mengantisipasi hilangnya pendapatan dari sektor wisata selama ditutup. Karena selama momen libur natal dan tahun baru 2021, seluruh destinasi wisata andalan ditutup untuk mencegah persebaran covid-19.

Dijelaskan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, salah satu opsi yang bakal diambil Pemkab Malang guna menutupi hilangnya pendapatan dari sektor wisata tersebut, adalah dengan menggandeng jajaran Muspika (Musayarah Pimpinan Kecamatan).

Baca Juga : Antisipasi Objek Wisata Buka Saat Nataru, Disparbud Bakal Libatkan Muspika Lakukan Patroli

”Diharapkan Muspika bisa ambil peran untuk memberikan saran kepada pengelola wisata di wilayahnya masing-masing, selama objek wisata ditutup,” ungkapnya.

Seperti yang sudah diberitakan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang persiapan menghadapi libur panjang perayaan Nataru (Natal dan Tahun Baru), ditengah pandemi Covid-19.

Dalam Surat Edaran nomor 556/1223/35.07.108/2020 yang dikeluarkan Disparbud Kabupaten Malang pada Selasa (22/12/2020) tersebut, menginstruksikan kepada seluruh daya tarik wisata agar ditutup selama 3 hari berturut-turut.

Yakni mulai tanggal 30 Desember 2020, hingga 1 Januari 2021. Menurut Made, ditutupnya objek wisata selama perayaan pergantian tahun baru tersebut, dilakukan Pemkab Malang guna mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19.

”Selama ditutup 3 hari, pelaku wisata harus berbenah. Sehingga ketika kembali dibuka, bisa kembali menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Malang,” terangnya.

Selain mengimbau agar melakukan pembenahan pada destinasi wisata, Made juga meminta pengelola wisata dan jajaran Muspika untuk memaksimalkan promosi terkait potensi wisata di daerahnya masing-masing.

”Bagaimana caranya ya harus woro-woro, promosi saat (objek wisata) kembali dibuka,” ujar Made yang juga menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang ini.

Menurut Made, langkah promosi gencar-gencaran tersebut juga berlaku bagi sektor lain yang menunjang pariwisata. Yakni sektor perhotelan dan wisata kuliner.

Sebab, meski tetap beroprasi selama libur panjang Nataru, namun terdapat ketetapan khusus bagi pengelola perhotelan dan pelaku wisata kuliner di Kabupaten Malang.

Merujuk pada Surat Edaran yang dikeluarkan Disparbud Kabupaten Malang, ketetapan khusus yang ditekankan kepada pelaku bisnis hotel dan sektor wisata kuliner tersebut, adalah kewajiban melakukan pemeriksaan hasil rapid test baik antigen maupun antibodi, kepada setiap pengunjung.

Baca Juga : Maksimal 30 Orang, Pemkot Malang Batasi Kerumunan Warga di Kegiatan Sosial dan Tempat Ibadah

”Pengunjung hotel maupun kuliner wajib menaati protokol kesehatan (prokes), termasuk diwajibkan bagi pengelola (hotel dan restoran) untuk memeriksa hasil rapid test para pengunjung,” ungkapnya.

Selain mewajibkan para pengunjung melakukan rapid test saat beroprasi selama Nataru, pelaku industri wisata kuliner dan perhotelan juga wajib menerapkan 4M.

Yakni mewajibkan pemakaian masker bagi pengunjung, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan di hotel maupun di restoran.

”Hotel dan restoran hanya boleh menerima 50 persen dari daya kapasitas yang ada. Jangan sampai setelah perayaan Nataru, tempat wisata di Kabupaten Malang justru menjadi klaster Covid-19,” tukasnya.

Sementara itu, dalam pemberitaan sebelumnya, Bupati Malang Sanusi, mengaku legowo jika pendapatan daerah disektor wisata mengalami penurunan akibat ditutup.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Malang ini, berdalih jika sisi kemanusiaan dan keselamatan jiwa warganya lebih diutamakan dibandingkan pendapatan daerah.

 

Topik
wisata kabupaten malangDinas Pariwisata Kabupaten MalangPemerintah Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru