Mahasiswa UIN Malang Tawarkan Metode Murah dan Ramah untuk Pengolahan Air Limbah

Dec 26, 2020 10:16
Mahasiswa berprestasi dari Prodi Kimia Fakultas Saintek UIN Maliki Malang, Indra Nur Cahyo. (Foto: istimewa)
Mahasiswa berprestasi dari Prodi Kimia Fakultas Saintek UIN Maliki Malang, Indra Nur Cahyo. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) Indra Nur Cahyo menawarkan solusi murah dan ramah lingkungan untuk pencemaran air limbah. Solusi itu yakni dengan memanfaatkan material fotokatalis Fe-STO/Au dan sinar matahari sebagai pengolahan air limbah.

"Indonesia yang kaya akan sumber daya alam seperti intensitas sinar matahari relatif tinggi dan material padatan yang melimpah terutama logam oksida, Fe an Au berpotensi besar memaksimalkan metode fotokatalis," katanya.

Baca Juga : UM Masih Berlakukan Pembelajaran Daring Semester Depan

Metode ini, ia melanjutkan, juga merupakan metode pengolahan air limbah yang ramah lingkungan, murah, tidak beracun, dan mudah didaur ulang.

Inovasi ini kata Indra muncul sebagai solusi tingginya jumlah pencemaran air yang meningkat setiap tahunnya yang bersumber dari air limbah industri di Indonesia dengan 68% kondisi air sungai dalam kategori tercemar berat. "Pencemaran air limbah non-biodegradable dapat merusak biota air dan bahkan bila terkonsumsi manusia dapat menyebabkan kanker, mutagenik hingga kematian," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Fe-STO disintesis dengan metode lelehan garam NaCl-KCl. Metode lelehan garam efektif menghasilkan morfologi partikel yang baik, sehingga dapat meningkatkan degradasi air limbah. Kemudian Fe-STO diimpregnasikan Au untuk menurunkan laju rekombinasi yang bermanfaat meningkatkan degradasi air limbah.

Dengan mengusung produk inovasi fotokatalis perovskit SrTiO3 terdoping Fe dan terimpregnasi Au (Fe-STO/Au) sebagai pengolahan air limbah industri non-biodegradable (sulit terurai) ini, Indra mengikuti lomba yang setiap tahun diadakan oleh HIMASAKI UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan beberapa kategori. Salah satunya ialah Essai dalam acara Milad Kimia Recrystallization of Chemistry Family (RCF) 4.0.

Selain itu, ia juga mengikuti lomba essai dalam kegiatan N-Comy (National Competition of Agronomy) di Universitas Negeri Jember dengan judul pemanfaatan Aurivillius SrBi4Ti4O15 terdoping Fe dan terimpregnasi Au (Fe-SBT/Au) sebagai fotokatalis dan energi terbarukan.

"Fe-SBT/Au juga disintesis menggunakan metode lelehan garam sama halnya dengan Fe-STO/Au. Akan tetapi, inovasi Fe-SBT/Au lebih multifungsi yaitu sebagai fotokatalis dan energi terbarukan berbasis solar cell," paparnya.

Baca Juga : Wow, Mie Instan dari Limbah Kulit Semangka Karya Mahasiswa UIN ini Juarai Ajang Internasional

Dengan inovasinya, Indra Nur Cahyo mampu bersaing dengan kampus-kampus besar seperti UI, ITB, UGM, dan lain-lain.

Ia berhasil memperoleh Juara 3 essai di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan judul “Pengembangan Material SrTiO3 dengan Pendopingan Fe dan Terimpregnasi Au sebagai Inovasi Pengolahan Air Limbah”. Juara 1 diraih oleh tim Syarifuddin dari UB tentang “Pemanfaatan Kotoran Manusia Sebagai Energi Listrik” dan Juara 2 diraih tim Zubair dari UB tentang “Telur Puyuh Super Antioksidan untuk Mereduksi Kolesterol”.

Selain itu, Indra juga berhasil meraih Juara 3 essai di Universitas Negeri Jember dengan judul “Pemanfaatan Aurivillius SrBi4Ti4O15 Terdoping Fe dan Terimpregnasi Au sebagai Fotokatalis dan Energi Terbarukan”. Juara 1-nya diraih oleh tim Mila dari UNEJ tentang “Tanin dan Silase sebagai Pakan Ternak”. Sedangkan Juara 2 diraih tim Miftacurrohmi dari UNEJ tentang “Akong Hand Shop”.

"Inovasi ini saya harapkan mampu diimplementasikan oleh industri di Indonesia sebagai upaya mengurangi pencemaran air limbah, serta meningkatkan ketahanan air bersih dan energi," pungkasnya.

Topik
Berita MalangMahasiswa UIN MalangUIN Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru