Wow, Mie Instan dari Limbah Kulit Semangka Karya Mahasiswa UIN ini Juarai Ajang Internasional

Dec 24, 2020 13:19
Mahasiswa UIN Malang yang berhasil mendapatkan medali bronze dalam ajang Indonesia Inventors Day melalui inovasi pemanfaatan limbah kulit semangka menjadi mie instan (Istimewa)
Mahasiswa UIN Malang yang berhasil mendapatkan medali bronze dalam ajang Indonesia Inventors Day melalui inovasi pemanfaatan limbah kulit semangka menjadi mie instan (Istimewa)

MALANGTIMES - Kulit Semangka yang biasanya dibuang begitu saja mampu dimanfaatkan sangat maksimal oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Jika kulit semangka biasanya dibuang, mereka menyulapnya menjadi mie instan yang enak sekaligus menyehatkan.

Ide itu bermula dari banyaknya limbah kulit semangka yang dibuang begitu saja. Padahal, kulit dari buah yang sangat menyegarkan dan mudah ditemukan di Indonesia itu memiliki kandungan baik dan bisa dikonsumsi. Dengan diolah secara khusus, limbah kulit semangka itu kemudian bisa dijadikan sebagai alternatif mengisi perut yang kosong.

Baca Juga : Fakultas Ekonomi Lakukan Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi Perbankan Syariah

 

Inovasi itu ditunjukkan oleh Tim Multidisipliner UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang terdiri dari Bunga Salma (Kimia), Rizky Fitriana Dewi (Kimia), Nabila Asha Rahmita (Farmasi), Marissa Nur Khoviva (Pendidikan Kedokteran) dan Risna Afiatur Rosyida (Pendidikan Kedokteran).

Para mahasiswa tersebut pun mengikuti lomba yang setiap tahun diadakan oleh Indonesia Inventors Day dengan beberapa kategori salah satunya ialah WINTEX (World Invention And Technology Expo). Tim UIN Malang mengusung produk inovasi mie yang memanfaatkan limbah kulit semangka tersebut.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Malang, Dr. Sri Harini, M.Si melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTIMES menyampaikan, inovasi tersebut kemudian diberi nama WSN (Watermelon Noodles Skin) yang merupakan produk mie terbuat dari limbah kulit semangka.

Produk tersebut sengaja dibuat sebagai solusi atas tingginya jumlah konsumsi semangka di Indonesia. Tercatat, konsumsi buah semangka di Indonesia pada 2019 mencapai Rp 12,54 Miliar. Indonesia berada di urutan ke dua konsumsi semangka terbesar setelah Tiongkok.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia juga memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi mie instan. Namun sayangnya, mie instan mengandung bahan kimia seperti MSG (Mono Sodium Glutamat) dan butil hidroksilanisol (BHA) yang menyebabkan kanker, asma, diare, obesitas serta kerusakan jaringan otak.

"Hal ini yang menjadi latar belakang untuk melakukan sebuah inovasi dengan menambah nilai gizi di dalam mie dan mengurangi efek negatifnya," katanya.

WSN sendiri hadir sebagai produk olahan yang dapat dikonsumsi secara aman dan tentunya menambah value terhadap limbah kulit semangka. Selain itu juga dapat menciptakan diversifikasi pangan yang memiliki manfaat bagi kesehatan.

Baca Juga : Profesor UB: Pilkada Membahayakan Keberlangsungan NKRI

 

WSN dibuat dengan mencampurkan bahan dasar pembuatan mie dengan ekstrak dari limbah kulit semangka. Untuk mengekstrak limbah kulit semangka sendiri dilakukan dengan cara sonikasi, yaitu pemisahan dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk memecah sel dalam suatu bahan menjadi senyawa metabolit.

WSN mengandung senyawa metabolit alami dari kulit semangka. Di antaranya flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Inovasi ini diharapkan mampu diimplementasikan di Indonesia sebagai upaya mengurangi limbah kulit semangka dan menambah nilai gizi pangan.

Dari inovasi yang dibuat itu, Tim UIN Malang kemudian mampu bersaing dengan peserta multinasional lainnya dan berhasil memperoleh Medali Bronze dengan judul WSN (Watermelon Skin Noodles) As an alternative antioxidant instant noodles product.

Sedangkan Medali Gold diraih oleh Assoc. Prof. Dr. Muhammad Mahyiddin Ramli dan tim dari Malaysia dengan judul Graphene Gas Sensor. Medali Perak diraih oleh Ms. Sam Thi Kim Quy dari Vietnam dengan judul Inox detergent liquid.

Topik
Mahasiswa UIN MalangPenelitian Mahasiswa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru