UM Masih Berlakukan Pembelajaran Daring Semester Depan

Dec 25, 2020 18:51
Kampus UM. (Foto: UM)
Kampus UM. (Foto: UM)

MALANGTIMES - Pemerintah pusat telah memberikan restu kepada perguruan tinggi untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Meski demikian, tak semua perguruan tinggi memutuskan untuk menggelarnya. Termasuk Universitas Negeri Malang (UM).

Telah ditegaskan bahwa UM masih akan melakukan pembelajaran secara daring pada semester depan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor I Prof Dr Budi Eko Soetjipto MEd MSi dalam siaran pers UM.

Baca Juga : Fakultas Ekonomi Lakukan Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi Perbankan Syariah

 

"Pembelajaran semester genap 2020/2021 dilaksanakan secara daring dengan menggunakan Sipejar," ujarnya dalam siaran pers tersebut.

Keputusan tersebut tertuang dalam rambu-rambu atau SOP (standard operasional procedure) penyelenggaraan pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021. Rambu-rambu ini akan dimulai sejak tanggal 8 Februari 2021. Prinsip umum di dalamnya harus dipatuhi dan dijalankan oleh seluruh civitas utamanya dosen dan mahasiswa.

"Aspek kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan pembelajaran," katanya.

Selain itu, juga disebut bahwa pembelajaran daring perlu dirancang secermat mungkin agar mampu membelajarkan mahasiswa secara efektif untuk mencapai CPL dan CPMK yang telah ditetapkan. Tak hanya itu, penugasan yang diberikan dosen juga tidak boleh berlebihan.

"Berbagai bentuk penugasan yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa agar benar-benar membelajarkan, tidak berlebihan, dan disesuaikan dengan bobot sks setiap matakuliah serta beban mahasiswa pada saat mengikuti pembelajaran daring," paparnya.

Dalam siaran pers itu juga disampaikan, bahwa pelaksanaan pembelajaran matakuliah teori dilakukan secara daring, baik secara sinkronus maupun asinkronus. 

Pembelajaran daring sinkronus maksimal 60 menit dengan video conference dilaksanakan 25-40% dari jumlah tatap muka yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal perkuliahan.

"Pelaksanaan pembelajaran matakuliah praktikum dapat dilakukan secara luring (maksimal 25% dari jumlah pertemuan) dengan persetujuan atasan langsung dan satgas covid-19 UM dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat," timpalnya.

Ketentuan pelaksanaan pembelajaran matakuliah praktikum secara luring ini, lama pertemuannya dibatasi maksimal 60 menit dan kelas maksimal diisi sebanyak 50% peserta perkuliahan dari kapasitas standar. Selain itu, mahasiswa berusia di bawah 20 tahun wajib mendapat izin orang tua/wali.

Peserta pembelajaran secara luring juga wajib memastikan bahwa dirinya sehat dengan menunjukkan hasil rapid tes (nonreaktif).

Baca Juga : Tak Hanya Pekerja, Siswa Magang di SMKN 6 Juga Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

 

"Apabila terdapat mahasiswa yang tidak bersedia mengikuti pembelajaran secara luring tidak boleh dipaksa dan wajib dilayani secara daring," imbuhnya.

Untuk pelaksanaan pembelajaran matakuliah KKN, KPL, magang, dan sejenisnya bisa dilaksanakan secara daring atau luring atau perpaduan daring dan luring. Hal ini sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan dengan pihak-pihak terkait dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk konsultasi mahasiswa dengan dosen, baik terkait dengan pembelajaran matakuliah maupun untuk penyelesaian tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi dilakukan secara daring (WA, email, atau media lainnya).

Pelaksanaan seminar proposal penelitian dan ujian tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi juga dilakukan secara daring.

Tak hanya itu, terkait evaluasi pembelajaran mahasiswa, Ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), dan tugas-tugas terstruktur serta mandiri juga dilaksanakan secara daring.

 

 

 

Topik
Universitas Negeri Malangbelajar daringwarek umBerita Pendidikan Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru