Cegah Covid-19, Dandim 0818: Kehadiran Jemaat di Gereja Maksimal 50% dari Kapasitas

Dec 21, 2020 19:50
Komandan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra saat ditemui awak media di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (21/12/2020). (Foto: Istimewa) 
Komandan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra saat ditemui awak media di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (21/12/2020). (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mewabah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang, membuat umat Kristiani harus rela menjalani perayaan natal di gereja dengan batas maksimal kehadiran jemaat 50 persen dari kapasitasnya. Hal itu dilakukan bertujuan untuk mencegah adanya cluster penyebaran Covid-19 di gereja. 

Komandan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra, mengungkapkan, bahwa di setiap gereja yang ada di Kabupaten Malang pada perayaan hari natal akan dibatasi maksimal 50 persen umar kristiani yang hadir. 

Baca Juga : Masih Zona Oranye, Bupati Malang Sanusi Bakal Intensifkan Satgas dan Yustisi Jelang Nataru

"Protokol kesehatan diterapkan saat perayaan Natal dan tahun baru. Kapasitas jumlah jemaat yang hadir (di Gereja, red) maksimal hanya 50 persen," ungkapnya usai melakukan rapat koordinasi pengamanan perayaan natal dan tahun baru dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Malang di Pendapa Agung, Senin (21/12/2020). 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Malang ini juga akan melakukan upaya-upaya preventif kepada para jemaat gereja untuk tetap merayakan natal dan tahun baru dengan menerapkan protokol kesehatan. 

"Kita ada upaya-upaya preventif. Kita nggak langsung datang ke gereja lalu menghentikan, tetapi sebelumnya kita sudah melakukan upaya preventif dengan menemui jemaat dan mensosialisasikan sebelum hari H," jelasnya. 

Lanjut Yusub, bahwa pihaknya akan meyakinkan kepada para jemaat terhitung mulai tiga hari sebelum pelaksanaan. Kemudian berlanjut di hari berikutnya, hingga pada satu hari sebelum perayaan natal juga terus dilakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan Covid-19. 

"TNI, Polri dan pihak Pemda juga akan melakukan penjagaan keamanan perayaan natal, sekaligus juga mencegah terjadinya kerumunan orang," terangnya. 

Yusub menyarankan kepada pihak gereja maupun para jemaat umat Kristiani yang akan melaksanakan perayaan natal agar mengadakan perayaan natal dan tahun baru secara daring (dalam jaringan). 

Baca Juga : Disnaker-PMPTSP Kota Malang Borong Tiga Penghargaan di Ajang Awarding Day 2020

"Intinya kerumunan ini yang boleh kalau mereka mau melaksanakan secara daring, Insya Allah diperbolehkan," tuturnya. 

Sementara itu, Yusub menambahkan, bahwa situasi dan kondisi Kabupaten Malang saat ini masih dilanda pandemi Covid-19 dan semua pihak bahu membahu fokus pada peningkatan kesehatan dan ekonomi. 

"Masa pandemi saat ini, kita fokus pada kesehatan dan keselamatan masyarakat. Baik mereka yang masuk ataupun keluar Kabupaten Malang," ujarnya. 

Terlebih lagi, disampaikan Yusub, bahwa Presiden RI Joko Widodo juga telah memberikan instruksi melalui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi serta Menteri Dalam Negeri, yakni terkait pembatasan sosial setiap wilayah, termasuk pengetatan wilayah urban, seperti tempat destinasi wisata maupun pusat perbelanjaan.

Topik
Dandim 0818 Malangcovid 19 kabupaten malangjemaah gerejapembatasan jemaah natal

Berita Lainnya

Berita

Terbaru