Miris, Bocah 5 Tahun di Kota Malang Jadi Korban Pelecehan Seksual

Dec 21, 2020 18:53
Lokasi plengsengan yang diduga menjadi tempat pelecehan seksual (istimewa)
Lokasi plengsengan yang diduga menjadi tempat pelecehan seksual (istimewa)

MALANGTIMES - Bocah perempuan di Kota Malang berusia 5 tahun diduga menjadi korban pelecehan seksual. Terduga pelaku yang sebelumnya bersembunyi di sungai berhasil ditangkap oleh warga.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (20/12/2020) sore di dekat warung lalapan yang berada di Ruko Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Baca Juga : Kirim Paket Sambal Cumi yang Ternyata Segenggam Beras, Kurir di Sawojajar Ini Kena Tipu

Salah seorang saksi mata, Yok (40) mengatakan kejadian itu menimpa seorang bocah perempuan berusia 5 tahun, yang merupakan anak dari pegawai warung lalapan.

"Jadi ibu korban bekerja di warung lalapan ini, dan biasanya juga sambil mengasuh korban. Sebelum kejadian, korban bermain di halaman sekitar ruko. Dan saat itu saya yang bekerja sebagai tukang parkir, ikut mengawasi korban bermain," ujar Yok, Senin (21/12/2020).

Dijelaskan Yok, sekitar pukul 13.30 WIB dari arah barat ruko muncul seorang pria berusia sekitar 22 tahun sedang berjalan kaki. Pria tersebut diketahui memakai baju dengan motif kotak-kotak dan memakai sarung.

"Pria itu terlihat mencurigakan karena terus melihat ke arah warung lalapan, sehingga saya terus memperhatikannya. Pria tersebut kemudian duduk di teras minimarket, yang tepat berada di depan warung lalapan," ungkap Yok.

Tak lama kemudian, pria itu kembali berjalan dan duduk di jembatan sungai yang berada tepat di sebelah warung lalapan.

Sementara itu, korban bermain di sekitar warung lalapan sempat diteriaki Yok agar tidak bermain terlalu jauh. Lalu Yok pun masuk ke dalam warung lalapan tersebut, untuk melepas lelah dan beristirahat sebentar.

"Sekitar pukul 16.00 WIB, tahu tahu ada orang datang ke warung lalapan. Memberitahukan kalau ada seorang bocah perempuan menangis berdiri di plengsengan sungai, yang berada di sebelah warung lalapan," jelasnya.

Diketahui, plengsengan sungai itu berada di bawah jembatan. Di mana jarak antara plengsengan sungai dan warung lalapan sekitar enam meter. Dan lokasinya sendiri cukup tersembunyi dari jalan raya.

Mengetahui kabar tersebut, Yok kemudian segera berlari mendatangi lokasi tersebut. Dan benar saja, ia melihat korban terus menangis sambil berdiri di plengsengan sungai.

"Saya pun kemudian segera membawa korban menuju ke ibunya. Sambil terus memperingatkan kepada korban, agar jangan bermain terlalu jauh," ungkapnya.

Akan tetapi, dari pengakuan korban yang dikatakan Yok mengaku bahwa ia dipaksa oleh seorang pria untuk menuju ke lokasi plengsengan tersebut. Dan korban juga sempat menerima ancaman bahwa akan diculik, bila tak menuruti omongan dari pria tersebut.

Kemudian sekitar pukul 16.30 WIB, seorang konsumen warung lalapan itu tidak sengaja melihat seorang pria muncul dari arah sungai dalam kondisi basah kuyub.

Baca Juga : Ibarat Kunci Rumah, Polisi: Rahasiakan Benar-Benar Kode OTP

Konsumen warung lalapan itu juga sempat melihat, bahwa pria yang basah kuyub itu sebelumnya juga sempat menggandeng tangan korban.

"Konsumen warung lalapan bersama saya dan beberapa warga sekitar kemudian segera menangkap pria itu. Saat ditangkap ternyata resleting celana tiga perempat yang dikenakan pria itu dalam kondisi terbuka, sehingga (sedikit) terlihat alat kelamin milik pria tersebut. Dan setelah saya perhatikan wajahnya, ternyata pria itu adalah pria yang sebelumnya berjalan kaki dan duduk di teras minimarket sambil terus melihat ke arah warung lalapan," jujurnya.

Warga yang mendengar atau melihat kejadian itu kemudian mengamankan pria tersebut sembari memanggil pihak berwajib.

"Saat ditanya oleh warga, awalnya pria itu mengaku basah kuyub dan muncul dari sungai karena baru saja melakukan buang air besar. Namun lama kelamaan akhirnya pelaku mengakui, kalau baru saja melakukan pelecehan seksual kepada korban. Pelaku kemudian segera dibawa oleh pihak berwajib ke Polresta Malang Kota," tuturnya.

Namun Yok menuturkan bahwa dirinya tidak tahu nama dari pelaku tersebut setelah menangkapnya.

"Namun pelaku sempat mengaku bekerja di sebuah rumah makan. Dan pelaku juga mengaku kos di daerah sekitar Jalan Basuki Rahmat," tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu mengaku bahwa saat ini pihaknya masih belum mendapat laporan terkait kejadian tersebut. Akan tetapi, pihaknya akan segera mencari jika benar memang ada yang melakukan hal tersebut.

"Saya belum mendapat laporan terkait kejadian itu dari penyidik. Saya cek dulu," tandasnya singkat.

 

Topik
Pelecehan seksual

Berita Lainnya

Berita

Terbaru