Ibarat Kunci Rumah, Polisi: Rahasiakan Benar-Benar Kode OTP

Dec 16, 2020 19:47
Ilustrasi pelaku penipuan yang memanfaatkan kode OTP (istimewa)
Ilustrasi pelaku penipuan yang memanfaatkan kode OTP (istimewa)

MALANGTIMES - Pernah menerima SMS berisi empat sampai enam  digit angka saat tengah melakukan transaksi online?. Ya itulah yang disebut sebagai One Time Password (OTP). Kode tersebut merupakan sebuah kode penting yang diibaratkan sebuah kunci rumah yang harus dijaga dan dirahasiakan keberadaan dari maling.

Kode OTP biasanya dikirimkan melalui sebuah SMS atau e-mail oleh pihak bank, aplikasi, atau operator terkait. Kode tersebut digunakan sebagai bentuk keamanan dalam mengonfirmasi login atau transaksi yang dilakukan secara online.

Baca Juga : Niat Baik Kembalikan Pulsa, Saldo Rekening Wanita Ini Malah Dikuras Penipu

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu menjelaskan, jika kode OTP memang harus benar-benar dijaga kerahasiaannya. Sebab, sekali kode tersebut diketahui pihak lain, terlebih lagi pelaku kejahatan, maka bisa saja masyarakat menjadi korban, dimana rekening bank ataupun akun yang dimiliki bisa dibobol.

"Kan saat ini banyak berbagai transaksi online, baik itu perbankan maupun dalam penggunaan media sosial yang menggunakan kode OTP. Itu harus benar-benar dirahasiakan,"jelasnya.

Pelaku kejahatan sendiri, seringkali menyaru dari pihak-pihak terkait dan kemudian menghubungi korban untuk menjalankan aksinya. Terkadang para pelaku mengatakan kepada korban jika mereka mendapatkan sebuah hadiah untuk mengelabui korban sehingga korban memberitahukan kode OTP yang terkirim ke hp korban.

"Makanya jika ada telfon dari pihak-pihak yang mengaku bank ataupun yang lainnya kemudian meminta kode OTP, harus waspada, jangan mudah percaya dan tergoda dengan tawaran hadiah. Pihak bank sendiri tentunya tidak akan menelfon meminta kode OTP," ungkapnya.

Lanjutnya, jika kode tersebut diketahui pihak lain, tentunya masyarakat akan dirugikan. Seperti diketahui sebelumnya, jika wanita asal Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, bernama Ayu Kartika (35) menjadi korban kuras rekening setelah korban menginformasikan kode OTP miliknya.

Saat itu korban mendapatkan transfer pulsa masuk sebesar Rp 100 ribu. Setelah itu, korban ditelfon oleh oknum yang mengaku dari pihak bank. Oknum tersebut kemudian mengatakan jika korban akan mendapatkan pulsa kembali dan akan dikirim sebanyak lima kali transfer.

Pelaku mengatakan, jika sebelum ditransfer nantinya akan ada kode OTP yang akan dikirim dari bank. Setelah itu, oknum penelepon tersebut meminta korban untuk memberi tahukan nomor kode OTP tersebut. Dan korban yang tak sadar jika ia akan ditipu memberitahukan kode OTP tersebut, sampai akhirnya rekening miliknya dikuras hingga Rp 100 juta.

Baca Juga : Kurang Ajar, Pelaku Curanmor Beraksi Manfaatkan Situasi Warga yang Meninggal Dunia

Kemudian, ada lagi korban penipuan karena memberitahukan kode OTP. Ia adalah Siti Wahyuni (21) seorang wanita yang merupakan pegawai minimarket didaerah Sulfat juga jadi korbannya. Saat itu korban menerima kiriman pulsa ke nomor hp miliknya.

Korban kemudian dihubungi oleh seseorang melalui WhatsApp bernomor 083803761570. Pelaku kemudian mengatakan kepada korban jika telah salah mengisi pulsa sebesar Rp 25 ke nomor telfon korban.

Korban yang mengetahui hal itu, kemudian beritikad baik untuk mengembalikan pulsa yang terlanjur masuk ke nomor miliknya. Ketika korban ingin mengembalikan pulsa tersebut, alih-alih mengirimkan cara mengembalikan pulsa, pelaku mengirimkan sebuah kode yang kemudian dipakai oleh korban.

Tak lama setelah itu, terdapat sebuah SMS yang masuk ke hp korban. SMS tersebut berisi kode OTP sampai enam kali. Saat itu, korban sempat mengecek saldo rekeningnya dan masih aman. Namun saat korban menerima kode OTO yang ke tujuh dan memberitahukan kepada pelaku, korban mulai kehilangan akses mobile banking miliknya.

Saat mengecek email, terdapat inbox notifikasi jika terdapat sebuah transaksi Top UP Briva ke akun atas nama Nia dengan nilai sebesar Rp 9,4 juta. Selain itu juga terdapat transaksi Top Up Ovo sebesar Rp 170 ribu. Total kerugian korban sekitar Rp 9,570,000.

Topik
Berita MalangKasat Reskrim Polresta Malang Kota

Berita Lainnya

Berita

Terbaru