Kirim Paket Sambal Cumi yang Ternyata Segenggam Beras, Kurir di Sawojajar Ini Kena Tipu

Dec 18, 2020 19:41
Isi paket yang dikirim korban, bukan sambal cumi, melainkan hanya segenggam beras dan es Kino (Ist)
Isi paket yang dikirim korban, bukan sambal cumi, melainkan hanya segenggam beras dan es Kino (Ist)

MALANGTIMES - Masyarakat yang membuka jasa kurir antar barang, khususnya yang menggunakan dana talangan, harus lebih waspada lagi dan lebih berhati-hati dalam menerima order dari pelanggannya. Sebab, bisa jadi niat untung yang diharapkan namun malah berbuah kerugian.

Seperti halnya yang dialami oleh Rian Aldi (20) warga Jalan Danau Sentani Sawojajar, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Sawojajar, Kota Malang yang membuka jasa kurir antara barang.

Baca Juga : Hati-Hati Terima Paket Kiriman Barang, Bisa-Bisa Isi Narkoba

Rian sempat menjadi korban penipuan oleh seorang perempuan berkerudung yang memanfaatkan jasanya sebagai kurir antar barang. Korban tertipu uang sebesar Rp 365 ribu dan barang yang dikirimkan tak sesuai dengan yang dikatakan pelaku, bukan sambal cumi melainkan segenggam beras dan beberapa cup Es Kino.

Saat itu, korban mendapat order untuk kirim barang dari sebuah nomor WhatsApp 0838 3151xxx atas nama Ririn untuk mengirimkan paket sambal cumi. Mendapatkan order tersebut, korban bukan kepalang senangnya. Ia pun kemudian langsung mendatangi alamat pelaku untuk mengambil barang.

Korban kemudian langsung menuju Jalan Teluk Grajakan gang II, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sesuai alamat yang dikirimkan pelaku. Tiba di sana pelaku menunggu di sebuah gang untuk memberikan barang kiriman pada korban.

Korban sendiri yakin jika yang dikirimkan adalah sambal cumi. Sebab dari kemasannya, pelaku menggunakan pembungkus yang merupakan bungkus makanan pizza HUT.

"Katanya rumahnya di situ, pelaku menunggu di depan gang. Habis itu barangnya saya terima, kemudian saya bayar pakai dana talangan saya dulu. Sebelumnya hanya Rp 220 ribu untuk dana talangan, tapi katanya pelaku ini, penerimanya ada barang tambahan, sehingga saya kasih uang Rp 365 ribu," bebernya.

Korban kemudian berangkat menuju lokasi penerima yang diinformasikan oleh pelaku. Saat itu pelaku meminta untuk mengirimkan barang ke seseorang bernama Sari, beralamat di Bumi Perkasa Regency, Karangploso, Kabupaten Malang.

Namun setelah sampai di sana, korban yang bersusah payah melewati jalanan justru mendapatkan alamat palsu. Ketika sampai di alamat yang diinformasikan pelaku, satpam setempat tidak mengenal orang yang akan menerima barang kiriman tersebut.

Baca Juga : Pria Ini Apes, Jadi Korban Penipuan Malah Dianggap Penipu

"Sama satpam saya suruh tanya RT. Saya pas nyari rumah RT nya, terus ketemu orang di depan rumah kemudian saya tanya orangnya. Tapi orangnya nggak tau, kemudian, ditanyakan RT tapi juga nggak tau. Saya sudah nunggu lama nggak ada kejelasan saya balik ke lokasi pengirim tadi," ungkapnya.

Kembali ke Jalan Teluk Grajakan gang II, korban kemudian mencoba menelpon pelaku.  Setelah berulang kali mencoba menghubungi pelaku, tak kunjung terdapat jawaban. Nomor pelaku tak aktif.

Setelah itu, korban berinisiatif untuk bertanya kepada warga sekitar. Namun warga sekitar yang ditanyai dan ditunjukkan foto yang terpasang pada profil WhatsApp pelaku, warga tidak mengenali sama sekali pelaku. Diduga pelaku memang bukan merupakan warga sekitar.

Dari situ, korban mulai curiga dengan isi barang. Lantas korban kemudian mencari lokasi sepi untuk membuka barang kiriman tersebut. Alangkah terkejutnya korban, ketika dibuka, barang kiriman yang dikatakan sambal cumi hanya berisi segenggam beras dan beberapa Es Kino.

"Kalau ciri-ciri pelaku seingat saya pakai kerudung baju hitam sama masker. Usianya kira-kira sekitar 30 an. Ada yang WhatsApp saya juga, katanya juga sempat tertipu modusnya sama, diduga pelakunya juga sama. Ya setelah ini lebih hati-hati lagi mas buat nerima order," pungkasnya.
 

Topik
Penipuan Online

Berita Lainnya

Berita

Terbaru