MALANGTIMES - Imbauan untuk di rumah saja selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), semakin masif disampaikan oleh Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang.
Selain memastikan akan menutup semua destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang, Bupati Malang Sanusi juga bakal melarang para pendatang yang hendak melancong ke Kabupaten Malang tanpa menunjukkan hasil Rapid Test Antigen.
Baca Juga : Malam Tahun Baru, Satpol PP Kabupaten Malang Akan Tutup Total Stadion Kanjuruhan
”Nanti di setiap Operasi Yustisi (saat Nataru, red) kita ikuti itu, nanti akan kita lakukan pemeriksaan rapid test antigen di pospam (pos pengamanan),” ungkap Sanusi saat ditemui media online ini Senin (21/12/2020).
Sekedar informasi, berdasarkan data yang dihimpun media online ini dari Dishub (Dinas Perhubungan) Kabupaten Malang, setidaknya akan ada 5 pos yang akan disiagakan selama Nataru.
Di mana 4 pos di antaranya merupakan pos pengamanan yang rencananya bakal disiagakan di wilayah Taman Wisata Sengkaling, simpang empat Kepuharjo, Pasar Kepanjen, dan Jalur Lintas Selatan (JLS).
Sedangkan 1 pos lainnya, merupakan pos pelayanan yang rencananya bakal disiagakan di exit Tol Singosari.
Dijelaskan Sanusi, nantinya di ke-lima pos yang disiagakan selama Nataru tersebut, para personel gabungan yang bertugas akan memeriksa berkas hasil rapit test antigen, bagi para pendatang yang ingin ke Kabupaten Malang.
”Kalau (hasil rapid test antigen) negatif (Covid-19, red) ya boleh masuk (ke Kabupaten Malang). Tapi kalau positif, akan dikembalikan ke tempat asalnya,” ungkap Sanusi.
Selain memeriksa bukti hasil rapid test antigen, lanjut Sanusi, Pemkab Malang juga memberikan fasilitas rapid test antigen bagi mereka yang tidak melakukan rapid test antigen saat hendak berpergian ke Kabupaten Malang.
”Yang tidak bisa menunjukkan hasil rapid test antigen (dari tempat asalnya, red) itu akan kita rapid test antigen,” ucapnya.
Baca Juga : Kabar Terkini, Begini Kelanjutan Janji Sutiaji Pertemukan Aremania dengan Yayasan Arema
Guna mendukung persiapan pengamanan Nataru, dijelaskan Sanusi, Pemkab Malang melalui Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang akan meyediakan stok rapid test antigen sebanyak 15 ribu.
”Sudah disiapkan sebanyak 15 ribu rapid test antigen dari Dinkes,” sambung orang nomor satu di jajaran Pemkab Malang ini.
Menurut politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, sebanyak belasan ribu alat rapid test antigen yang diperuntukkan selama Nataru tersebut gratis.
”(Biayanya, red) ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Malang semua,” tukasnya.
Sekedar informasi, dari data yang dihimpun media online ini dari Dinkes Kabupaten Malang, sebanyak 15 ribu alat rapid test antigen tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pendatang saja. Namun juga sebagai stok demi kepentingan tracing Covid-19.
Sedangkan yang dikhususkan bagi pendatang yang akan berkunjung ke Kabupaten Malang selama Nataru, adalah sebanyak 3.600 dari total 15 ribu alat rapid test antigen tersebut.
