Atlet Wushu Kota Batu Borong Tujuh Medali di International Virtual Wushu Championship

Dec 21, 2020 10:22
Salah satu atlet Wushu Kota Batu yang bertanding dalam International Virtual Wushu Championship. (Foto: istimewa)
Salah satu atlet Wushu Kota Batu yang bertanding dalam International Virtual Wushu Championship. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Prestasi Kota Batu di akhir 2020 ini bukan hanya dihadirkan dari dunia pariwisata saja, prestasi di dunia olahraga pun tak kalah kinclong. Menutup dengan manis, cabang olahraga (cabor) wushu baru saja memborong piala dalam International Virtual Wushu Championship.

Cabor wushu Kota Batu berhasil meraih tujuh medali. Dari tujuh medali itu terbanyak didapatkan oleh Akbar Dwi Affandi yang mendapatkan tiga medali berupa medali emas, perak, dan perunggu.

Baca Juga : Jomrun Malang Fun Run 2020 Dibuka Secara Simbolis, 30 Pelari Ambil Bagian

Kemudian Alexandro Arya K yang meraih satu medali emas. Lalu Ersyalina Evanty mendapatkan satu medali perak, Dyfia Maghfira R mendapatkan satu medali perunggu. Dan Randhu Pranawidya mendapatkan satu medali perunggu.

Pelatih Wushu Kota Batu, Sumardi mengatakan, dalam ajang ini menurunkan 5 atletnya, yakni Akbar Dwi Affandi, Alexandro Arya, Randu Prana Widya, Dyfia Maghfira Ramadhani dan Ersyalina Evanty. Untuk Ersyalina evanty bertarung di kelas Xinyi dan Bagua Zhang. Lalu Akbar Dwi bertarung di kelas Nan Quan A, Nan Dao A dan Nan Gun A.

“Sedangkan Randhu bertarung di kelas Taiji Quan, selanjutnya Alexandro Arya bertarung di kelas Xinyi dan Bagua Zhang.  Dan Dyfia Maghgira Ramadani bertarung di kelas Chang Quan, Qiang Shu dan Jian Shu,” urainya.

Hanya saja di tengah pandemi Covid-19 ini, performa dari para atlet tersebut dirasa mengalami penurunan. Terutama pada kemampuan adaptasi atlet dan perubahan konsep bertanding.

“Berpengaruh pada hasil, ada yang prestasinya naik, ada juga turun. Misalnya atlet yang dahulu Kejurnas tahun 2019 meraih juara 1, Kejurnas tahun ini juara 3,” tambahnya.

Baca Juga : 2021 Disporapar Kota Malang Akan Seriusi Pembinaan Usia Dini

“Tapi sebenarnya kemampuan atlet ini semakin baik, tapi mungkin karena kejuaraan virtual jadi terasa berbeda,” kata Sumardi. Meski demikian pertandingan secara virtual masih akan berlanjut, melihat kondisi pandemi Covid-19.

Sehingga pihaknya akan memperbanyak latihan untuk adaptasi kejuaraan virtual. Ke depan upaya yang dilakukan dengan meningkatkan latihan. Bukan hanya untuk satu ajang, namun sudah ada beberapa perlombaan.

Mulai dari kejuaraan yang dilakukan PBWI atau kejuaraan terbuka lainnya. Hingga mempersiapkan Pekan Olahraga Kota (Porkot) yang akan dilaksanakan tahun 2021 mendatang dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan dilaksanakan tahun 2022 mendatang.

Topik
berita kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru