Pemkot Malang Imbau Perayaan Ibadah Natal Perhatikan Protokol Kesehatan

Dec 17, 2020 10:54
Potret Misa Natal di Kota Malang. (Foto: Dokumentasi MalangTIMES).
Potret Misa Natal di Kota Malang. (Foto: Dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Perayaan Hari Natal bagi umat kristiani, nampaknya tahun 2020 ini harus dijalani dengan cara yang berbeda. Begitupula nantinya di Kota Malang, mengingat pandemi Covid-19 yang urung usai seiring dengan lonjakan kasus yang cukup tinggi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengimbau kegiatan ibadah misa natal dijalankan dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca Juga : Peringatan Maulid Nabi, DPD PKS Kota Malang: Momentum Peningkatan Iman dan Taqwa

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, pelaksanaan ibadah misa natal tetap diizinkan untuk dilaksanakan. Namun, pihak pengelola tempat ibadah diimbau untuk menata agar tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Salah satunya, untuk upaya menekan penyebaran kasus, pelaksanaan ibadah diharapkan dilakukan dengan memperhatikan durasi waktu.

"Kalau untuk natal misalnya, Misa yang dilakukan oleh gereja tentu ditata sebaik mungkin. Kami tidak pernah ada menghalangi orang umat-umat beribadah. Hanya mungkin durasinya agak dipercepat," ujarnya.

Hal berikutnya, mengingat pelaksanaan kegiatan kerumunan untuk diminimalkan. Maka, untuk prosesi peribadatan diimbau agar dibagi menjadi beberapa gelombang.

Artinya, dalam satu agenda pelaksanaan ibadah bisa diatur sedemikian rupa agar memperhatikan jumlah peserta yang akan menjalankan ibadah Misa.

"Misalnya, yang asalnya mungkin Misa Natal itu dibagi ke dalam tiga gelombang, maka untuk tahun ini bisa jadi menjadi 10 gelombang. Karena pembatasan jemaat yang ada di sana (tempat ibadah)," terangnya.

Baca Juga : Hukum Merayakan Maulid Nabi, Begini Kata Ustaz Abdul Somad

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi agar penyebaran kasus Covid-19 di Kota Malang dapat ditekan.

Untuk diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang masih terus mengalami lonjakan. Tercatat, hingga kemarin (Rabu, 16/12/2020) ada tambahan 91 pasien terkonfirmasi positif baru. Kini, total kasus menjadi 2.925 orang.

Rinciannya, pasien yang meninggal dunia sejumlah 278 orang, pasien sembuh ada 2.411, dan pasien dalam pemantauan ada 236 orang.

Lonjakan kasus inilah yang menjadi satu alasan pengetatan aktivitas keramaian di Kota Malang. Pihaknya tak ingin ada penyumbang tambahan penyebaran kasus Covid-19 di akhir tahun mendatang.

Topik
hari natal

Berita Lainnya

Berita

Terbaru