Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Perayaan Maulid Nabi sudah sejak dulu dilaksanakan umat muslim di seluruh dunia, tanpa kecuali di Indonesia. Perayaan itu menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Namun sampai sekarang, perihal perayaan Maulid Nabi tersebut masih menjadi perdebatan. Sebagian meyakini jika perayaan Maulid Nabi tidak diajarkan Rasulullah SAW. 

Baca Juga : Sejarah dan Pertentangan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ada Hubungannya dengan Badui

Namun, sebagian lagi berpendapat jika itu merupakan bentuk syukur dan cinta kepada Rasulullah SAW yang boleh dikerjakan.

Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah kajian sebagaimana ditayangkan dalam channel YouTube Selerong Berdakwah menyampaikan, perayaan Maulid Nabi sudah menjadi salah satu syariat untuk mensyukuri nikmat atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Jika mensyukuri nikmat selamatnya Nabi Musa dari kejaran Fir'aun dengan melakukan puasa pada 10 Muharram diperbolehkan, maka kenapa tidak dengan perayaan Maulid Nabi?” kata UAS.

Ustadz yang terkenal dengan gaya nyentriknya saat berdakwah itu juga menyebut jika Maulid Nabi berbeda dengan berbagai perayaan yang dilaksanakan umat beragama lain. 

Sehingga, dia meminta agar umat muslim tidak terpaku dengan pendapat yang menyatakan jika Maulid Nabi sama dengan perayaan Natal ataupun yang lain sebagainya.

UAS juga menyebut jika ada banyak hadits dan kitab yang menerangkan tentang diperbolehkannya merayakan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Baca Juga : Meninggal Saat Hamil Akibat Siksaan Orang Kafir, Muslimah Ini Syahid

Salah satunya adalah kitab Al-Hawi Lil Fatali yang di dalamnya menjelaskan mengenai pentingnya mengingat nikmat Allah SWT. Tanpa kecuali nikmat kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Hadits itu menurut UAS berbunyi, “Ingatkan mereka dengan nikmat-nikmat Allah, hingga nikmat yang lebih besar dari nikmat sawit, nikmat gas, nikmat minyak bumi, yakni nikmat datangnya Sayyidina Muhammad SAW. Ingatkan mereka tentang nikmat Allah SWT, ingatkan mereka tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW.”

Sementara itu, dijelaskan pula dalam hadits lain yang menyebutkan jika kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah kebahagiaan besar bagi sang paman, Abu Lahab. Ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad, Abu Lahab mendapatkan kabar gembira langsung dari budak yang diperintahkan menjaga sang adik ipar, Aminah.

Budak itu bernama Suwaibah yang kemudian menyampaikan kabar gembira kelahiran Nabi Muhammad SAW kepada Abu Lahab langsung. Mendengar kabar itu, Abu Lahab langsung membebaskan Suwaibah dari perbudakan. Sehingga hari itu menjadi hari sedekah terbesar bagi Abu Lahan. Dosanya pun diringankan setiap hari Senin.